Sayur Dipasok dari Pagar Alam

Ir Iskandar AZ

Sehari Sampai 7 Ton

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Sungguh miris sebagai daerah pertanian, ternyata saluran di Bengkulu Selatan (BS) masih dipasok dari daerah luar. Kondisi ini diakui Kepala Dinas ketahanan Pangan Bengkulu Selatan, Ir Iskandar AZ. “ Saat ini setiap hari ada sekitar 7 ton sayuran yang beredar di Bengkulu Selatan ini dipasok dari luar,” katanya.

Iskandar mengatakan, daerah pemasok sayur di Bengkulu Selatan yakni Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan. Atas kondisi ini, dirinya sangat menyayangkan, Bengkulu Selatan sebagai daerah pertanian, namun bukan penghasil sayur-sayuran. Hanya saja, Iskandar memastikan faktor penyebab Bengkulu Selatan tidak bisa memproduksi tanaman sayuran, lantaran banyaknya ternak berkeliaran.

“ Sebenarnya petani kita rajin-rajin, hanya saja, dengan banyaknya ternak berkeliaran, maka sayuran tidak bisa tumbuh maksimal di Bengkulu Selatan,” ujarnya.

Padahal, sambung Iskandar di Bengkulu Selatan masih banyak lahan kosong atau lahan tidur bahkan pekarangan warga banyak yang luas. Namun dibiarkan telantar. Hal ini lantaran pekarangan selalu dimasuki ternak. “ Musuh tanaman sayuran yang utama yakni ternak, selama ternak masih berkeliaran, maka sayuran sulit tumbuh normal di Bengkulu Selatan,” imbuhnya.



Akibatnya, beber Iskandar warga BS sangat bergantung dengan sayuran dari daerah luar. Terutama daerah Pagar Alam sebagai penghasil sayuran terbanyak yang daerahnya paling dekat dengan Bengkulu Selatan. Sebab, sambung Iskandar, ketika warga ingin menanam sayuran, warga harus mengeluarkan modal yang besar.

Karena tidak hanya mengeluarkan biaya bibit, pemupukan atau pemeliharaan tanaman dari hama tanaman biasa. Akan tetapi harus mengeluarkan biaya yang besar untuk pemasangan pagar.

“ Kalau tidak dipagar, pasti sayuran dimakan ternak, hingga akhirnya warga lebih memilih sebagai konsumen sayuran ketimbang harus menanam sendiri, karena modalnya lebih besar,” bebernya.

Oleh karena itu, dengan adanya gebrakan Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE MM agar peternak dapat mengkandangkan ternaknya, dirinya berharap ke depan Bengkulu Selatan tidak lagi memiliki ketergantungan yang besar kepada daerah lain untuk menyediakan sayuran.

Sebab dengan penertiban ternak hingga ke desa-desa, maka ternak dikandangkan. Sehingga petani bisa menanami pekarangannya dengan sayuran, yang pada akhirnya sayuran dapat tumbuh subur tanpa khawatir diserang hama ternak. “ Semoga setelah semua ternak dikandangkan, BS bisa memproduksi sayuran, sebab lahan di Bengkulu Selatan ini sangat subur dan cocok untuk lahan tanaman sayuran,” terang Iskandar. (369)