Sawah Tertimbun Longsor

Sawah warga Talang Benih yang terkena longsor senin laluCURUP, BE – Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan ¼ hektar sawah produktif milik Sulaiaman (45) warga Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup, Senin (01/7) tertimbun longsor.  Longsor yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB juga menyebabkan sebuah pondok milik korban juga rusak.
Tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa ini, pada saat kejadian korban sedang tidak berada di dalam pondok. Hanya saja longsor tersebut membuat korban mengalami kerugian belasan juta rupiah.
“Pondok dan sawah yang baru saja dimenyemai benih padi rusak oleh longsor,” ujar Sulaiman di lokasi longsor, kemarin.
Tanah yang longsor tersebut beradal dari tanah kebun milik Eman (50), warga setempat yang berlokasi tepat di atas areal persawahan Sulaiman.  “Longsor baru saya ketahui Selasa pagi. Saya langsung melapor ke RT setempat, tetapi sampai hari ini tidak ada juga tindak lanjutnya,” ujar Sulaiman yang tampak sibuk membersihkan sisa pepohonan yang juga ikut menimbun sawahnya.
Sementara itu, Lurah Talang Benih, Sarmat saat di konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dirinya juga mengakui jika belum memberikan laporan resmi kepada kantor Kecamatan Curup untuk selanjutnya di sampaikan kepada pemerintah daerah Rejang Lebong (RL).
“Laporan dari korban dan RT sudah saya terima. Surat laporan resminya sudah saya buat, tetapi memang belum saya kirimkan ke kantor camat. Rencananya, surat itu baru besok (hari ini, red) saya sampaikan,” ujar Sarmat.
Dijelaskan Sarmat, tanah kebun milik Eman yang longsor berukuran panjang 20 meter dan lebar 2 meter. Sedangkan, sawah yang tertimbun tanah kebun akibat longsor itu seluas ¼ Hektar. “Sebenarnya, di tebingan tanah yang sama, tahun lalu juga terjadi longsor. Bahkan, satu unit dapur rumah milik warga juga ikut longsor. Tetapi, sampai hal ini terulang lagi senin lalu, belum juga ada upaya untuk menanggulangi bencana alam tersebut,” ujar Sarmat.
Untuk itu, sarmat berharap agar instansi terkait dapat melakukan upaya penanggulangan bencana di lokasi tersebut agar longsor tidak lagi terjadi untuk ketiga kalinya. “Kami harap, laporan kami tidak hanya diterima, melainkan di tindaklanjuti dengan membuat bronjong ataupun pelapis tebing. Jangan sampai, longsor kembali terjadi dan memakan korban jiwa,” ujar Sarmat.
Di bagian lain, Kepala BPBD RL, Masdar Helmi S.Sos mengaku belum mengetahui adanya longsor tersebut. padahal, longsor telah terjadi 3 hari yang lalu.  “Saya belum mendapatkan laporan dari perangkat kecamatan curup maupun kelurahan talang benih. Jadi saya belum tahu kalau ada longsor di situ,” ujar Masdar. (999)