Sawah Terancam Kekeringan

546521_455977987761950_1051301606_nXIV KOTO, BE – Semakin ambruknya pintu klep dan longsor sepanjang 10 meter di pinggir aliran Sungai Majunto yang berlokasi di Desa Dusun Baru Pelokan, XIV Koto, bakal mengancam padi sawah di wilayah itu. “Jika tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan ratusan padi sawah petani akan cepat kekeringan,” ujar Kades Dusun Baru Pelokan, Suryadi.
Begitu pun rumah penduduk yang berada di sekitar pintu klep juga akan terendam air. Pasalnya, pintu klep yang seharusnya mengatur deras dan tidak debit air antara pertemuan aliran sungai Majunto dengan Pelokan. Hanya saja, fakta di lapangan pintu klep itu tidak berfungsi. Suryadi mengaku sudah sering melapor dan mengusulkan ke Balai Pengairan Wilayah VII Sumatera, supaya segera memperbaiki ataupun membangun kembali pintu klep tersebut. Hanya saja, belum ada tanda – tanda ataupun realisasi akan diperbaiki. “Tampaknya menunggu musibah dan korban dulu baru akan ada tindakan. Padahal lebih baik mengantisipasi daripada sudah terjadi hal – hal yang tidak diingginkan terutama bagi keselamatan warga sekitar dan ratusan hektar tanaman padi,” ucapnya.
Mayoritas warga di desa itu adalah petani. Jika lahan persawahan yang ada tidak dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Efeknya tidak hanya kerugian, melainkan bakal banyak yang pengangguran. “Masih bagus bagi warga yang ada pekerjaan sampingan. Bagi yang hanya mengandalkan dari bercocok tanam sebagai mata pencarian, sedangkan ladang pencarian itu rusak dan tidak menghasilkan lagi, dampaknya akan menjadikan warganya itu pengangguran dan bertambah lagi jumlah kemiskinan didaerah ini,” tukas Kades. (900)