Sawah di Benteng Terendam Banjir, Produksi Padi Menurun

PONDOK KELAPA, bengkuluekspress.com – Hujan deras beberapa waktu lalu membuat para petani sawah di Desa Sri Kuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) merugi. Hal ini disebabkan tanaman padi yang sudah berumur kurang lebih dua bulan tersebut terendam banjir selama 3 hari.
“Yang sangat disayangkan, banjir terjadi saat waktu panen sudah dekat. Sekitar 1 bulan lagi,” kata Kades Sri Kuncoro, Romadhan.

Dalam kondisi normal, aku Kades, petani bisa mendapatkan hasil panen rata-rata 4,5 sampai 5 ton per hektare (Ha). Akibat banjir, hasil panen akan menurun secara derastis.
“Karena banjir beberapa waktu lalu, banyak bulir padi menjadi hampa (kosong,red). Dalam kondisi seperti ini, hasil panen diprediksi hanya 50 persen dari kondisi normal. Semoga saja kualitasnya tetap bagus,” harap Kades.

Selain petani padi, lanjutnya, lahan persawahan juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam berbagai jenis buah-buahan dan sayuran. Petani sayuran dan buah juga ikut merasakan dampaknya. Mendapati situasi ini, petani hanya bisa pasrah lantaran apa yang terjadi merupakan bencana alam.
“Beberapa warga yang menanam melon dan cabai juga mengalami kerugian yang tak sedikit. Bisa mencapai ratusan juta. Sebab, buah melon dan cabai yang terendam banjir menjadi mati dan busuk akibat terendam banjir,” pungkasnya.(135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*