Satu Lagi Jamaah Haji Meninggal

HAJI: Muhida saat pemberangkatan ke Makkah didampingi anak pertamanya

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Jamaah haji yang meninggal dari provinsi Bengkulu bertambah satu orang, atas nama Mansyur Daud Manan (89) warga Air Bang Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong. Dengan begitu jumlah jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi sudah mencapai 4 orang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs. H Bustasar MS MPd melalui kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Drs H Ramlan Karim diamini kasubag Humas, H Harismanjoyo menuturkan berdasarkan laporan petugas kloter 12 PDG, H Matridi, bahwa kembali ada jamaah haji asal Bengkulu yang meninggal dunia di Arab Saudi.

Jamaah tersebut dengan nomor paspor C2929010 warga Kabupaten Rejang Lebong. Ia meninggal pada hari selasa,13 Agustus 2019 pukul 19.30 WAS. Ia sebelumnya mendapat perawatan intensif di RS An Nur Makkah, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. Almarhumah juga telah disolatkan dan dimakamkan di pemakaman Syiraya, Makkah.

Dibeber Matridi, almarhum sebenarnya tercatat sebagai jemaah di kloter 8 PDG, karena sakit saat pemberangkatan ia akhirnya dirujuk ke-RSUD M.Yunus Bengkulu terlebih dahulu, karena kondisi kesehatanya yang membaik ia kemudian diberangkatkan dengan bergabung dikloter 12 PDG. Setiba di Madinah, beliau sempat berziarah ke sejumlah tempat sejarah, namun kondisinya kembali drop, iapun harus menjalani perawatan intensif.

” Sampai di Madinah, beliau dirawat terus, begitu juga di Makkah, beliau dirujuk ke-RS.Annur Makkah. Ia dirawat selama 17 hari, terhitung tanggal 27 juli 2019 sampai tanggal 13 Agustus 2019, ” katanya.

Dan pada selasa (13/8) malam hari pihak maktab menghubungi petugas kloter dan menyampaikan info bahwa beliau telah meninggal. Mendapati kabar duka tersebut, perangkat kloter lansung menuju ke Maktab dan berangkat kerumah sakit bersama istri almarhum untuk melihat yang terakhir kali. Sementara itu Bustasar mengatakan, mayoritas dari empat jamaah dari provinsi Bengkulu yang meninggal dunia merupakan jamaah lanjut usia yang juga menderita penyakit bawaan dari tanah air.

“Jamaah lansia banyak yang dirawat, baik di Klinik Kesehatan Haji Indonesi (KKHI) di Makkah ataupun di rumah sakit di Arab Saudi, kebanyakan mereka berusia diatas 60 tahun, ” beber Bustasar.

Berdasarkan data yang diterima di kementerian agama, jemaah yang meninggal kebanyakan menderita penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, hal itu dipicu karena dehidrasi Heatsroke dan faktor kelelahan.
” Ibadah haji itu ibadah fisik, sehingga jemaah lansia sangat rentan dan banyak yang kelelahan, ” .

Disisi lain keluarga jamaah haji asal Kota Bengkulu, Hj. Muhidah Muhammad (84) yang meninggal dunia kemarin sudah mengaku ikhlas dan akan menggelar salat ghaib dan doa tahlil. “Kabar duka itu langsung saya terima dari ketua regu pak Qohar dari Makkah, ” ungkap anak kedua Hj. Muhidah Muhammad, Welyana pada BE, dikediamanya.

Diceritakan Welyana, bundanya berangkat menunaikan ibadah haji didampingi kakak pertamanya, Syahrul Abidin, saat kabar itu diterimanya, ia tengah berada di kawasan perkebunan di desa Kembang Sri Kabupaten Bengkulu Tengah, iapun langsung menelpon kakaknya Syahrul Abidin, namun nyaris gagal, setelah melalui rekam suara terdengar jika petugas kesehatan tengah mempertemukan kakaknya dengan bunda untuk terakhir kalinya. “Saya mendapat telpon sekitar pukul 11.00 wib, saat itu saya masih dikebun, ” katanya.

Wely menceritakan kondisi keberangkatan bundanya dalam kondisi sehat walafiat, ia pun mendapat beberapa kiriman foto dari kakaknya jika keduanya sudah melakukan wisata religi ditanah suci, diduga kelelahan sehingga mulai mendapatkan perawatann intensif. ” Beliau sudah sempat ke Arafah dan menuntaskan rukun haji,” cetusnya.
Welyana mengaku telah ikhlas dan merelakan sang bunda dimakamkan di Makkah, selanjutnya keluarga ditanah air khususnya di kota Bengkulu bersama tetangga akan menggelar salat ghaib yang akan dimulai Kamis (14/8) dilanjutkan doa tahlil Hj Muhidah meninggalkan 7 anak, 27 cucu dan 110 cicit. Welyana juga mengucapkan terimakasih pada Kemenag Bengkulu yang telah datang ke rumahnya dan menyampaikan bela sungkawa. (247)