Satu Keluarga Disambar Petir, 1 Tewas

AMEN, BE – Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang terjadi pada Jumat (21/9) sekitar pukul 16.00 WIB di wilayah Kabupaten Lebong menimbulkan korban jiwa.  Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan seorang anak, warga Desa Suka Marga Kecamatan Amen menjadi korban sambaran petir ketika sedang istirahat di pondok sawah milik mereka sekitar pukul 16.30 WIB.
Ketiga korban tersebut yakni Haryono (33), Intriyana (30), dan Dina Susanti (4,5). Akibat keadian tersebut istri Haryono yakni Intriyana (30) langsung meninggal di tempat kejadian dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.  Sedangkan Haryono selamat dan mengalami luka bakar di sekitar dada, perut bagian kiri, pinggul kiri, betis bagian kiri dan hingga pukul 18.00 WIB masih dirawat di Puskesmas Pasar Muara Aman.
Data terhimpun di lapangan, diketahui suami istri dan satu orang anak itu sehari-harinya bemalam di pondok sawah mereka. Sebelum hujan, sekeluarga ini bekerja di sawah mereka, ketika hujan mulai turun mereka kembali ke pondok.
Tapi naas menimpa keluarga ini karena pada saat sedang duduk di teras pondok petir menyambar Intriana dan diduga percikan api akibat petir ini menyambar suaminya Haryono, sedangkan anak mereka tidak dan selamat.
Saat kejadian tersebut, orang tua Haryono, Suparman (54) sedang mancing tidak jauh dari lokasi pondok langsung ditemui oleh anak korban yakni Dina. Mendapatkan kabar dari cucunya, Suparman langsung berlari ke arah pondok dan  melihat anak dan menantunya tersambar petir.  “Tadi saat saya mancing, cucu saya datang dan mengatakan jika bapak dan ibu tersambar petir. Mendengar itu saya langsung berlari ke pondok dan melihat anak dan menantu saya sudah terbaring akibat tersambar petir. Saya langsung meminta tolong orang untuk membantu mengangkat menantu dan anak saya untuk dibawa ke Puskesmas,” ungkap Suparman sambil menggendong Dina ketika dikonfirmasi wartawan di Puskesmas Muara Aman.
Petugas di Puskesmas, Yono mengatakan untuk korban Haryono masih dirawat akibat tersambar petir tersebut. “Sedangkan untuk istrinya kita perkirakan sudah meninggal di lokasi kejadian, dugaan kita dia yang pertama terkena sambaran petir, sedangkan suaminya diduga terkena percikan apinya,” terang Yono. (777)