Satu Jemaah Haji Bengkulu Tengah Meninggal Dunia

JEMAAH HAJI - Jemaah haji asal Kabupaten Benteng, Zainah (74), warga Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Benteng selama menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi
IST/Bengkulu Ekspress
Jemaah haji asal Kabupaten Benteng, Zainah (73) warga Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Benteng menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress– Kabar duka kembali datang dari Makkah, Arab Saudi, Sabtu (25/8). Salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), yakni Zainah (73) binti M Sidik, warga Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa tutup usia (meninggal dunia,red).

Jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Padang ini menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Al Noor, Makkah Al Mukaromah, sekitar pukul 17.45 Waktu Arab Saudi (WAS), Sabtu.

Ketika dikonfirmasi, Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Provinsi Bengkulu Bidang Pelayanan Kesehatan Kloter 10 Embarkasi Padang, H Kurniawan Arianto Amd Kep SKM MPA membenarkan informasi tersebut.

Dijelaskan Kurniawan, sebelumnya jemaah memang sudah mendapatkan perawatan ekstra selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Mudzalifah dan Mina.

“Almarhumah mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan akibat panas saat melaksanakan ibadah. Selama perawatan, Zainah mendapatkan pemasangan infus sebanyak 4 kolf dan obat-obatan dari tim medis,” ungkap Kurniawan.

Dengan tekat kuat untuk tetap mengikuti rangkaian ibadah, tim medis telah memberikan nutrisi berupa susu dianeral, yakni susu khusus bagi lanjut usia (lansia) yang susah makan dan asupan cairan. Meskipun sempat membaik dan mampu menyelesaikan lontar jumrah terakhir pada tanggal 13 Zulhijah 1439 Hijriah atau 24 Agustus 2018, kondisi kesehatan Zainah kembali menurun.

Saat itu, Zainah menderita demam, kesadaran menurun dan tidak nafsu makan. Melihat kondisi Zainah yang semakin lemah, tim medis akhirnya kembali melakukan pemasangan infus 2 jalur, yakni pada tangan kanan dan tangan kiri, kompres di kepala serta melapor ke tim gerak cepat (TGC) PPIH Kesehatan Arab Saudi agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.



Selanjutnya, Zainah diberikan tindakan bantuan berupa pernafasan dengan menggunakan ambubag dan pengukuran saturansi 02 dengan spirometri. Lantaran tak kunjung membaik, Zainah akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi dengan menggunakan ambulance.

“Zainah meninggal dunia di ruang IGD. Semoga Almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian Kurniawan.(135)