Satu Jamaah Suluk Meninggal

YouTube video

MANNA, Bengkulu Ekspress – Dari 42 peserta suluk di Sulau Tarekat Naqsabandyaa, Desa Tanjung Besar, Manna, Bengkulu Selatan (BS), Satu diantaranya meninggal dunia. Zelfikri, salah satu mursyid tareqat Naqsabandyah, Manna membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, jamaah yang meninggal tersebut atas nama Subono (56) asal jalan Mujair, Rejosari Kecamatan Pangkal Dalam Kabupaten Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung.

Ia meninggal, Rabu (15/5) sekitar pukul 12.20 Wib. “Beliau meninggal saat salat zuhur,” katanya. Zelfikri mengatakan, sebelumnya almarhum menderita menyakit diabetes dan asam urat. Namun saat mengikuti suluk yang bersangkutan sudah dalam kondisi sehat. Sejak 12 Mei lalu, kondisi kesehatannya mulai terganggu, Sehingga puhak panitia berusaha mengajaknya berobat ke rumah sakit. Akan tetapi ajakan tersebut selalu ditolaknya.

Kemudian Rabu siang saat salat zuhur berjamaah, dirinya duduk pada saff depan paling kanan. Saat duduk tahiyatul akhir dan mengucapkan salam, dirinya langsung roboh ke belakang. Melihat kondisi satu jamaah roboh tersebut, pihaknya langsung menghubungi pihak rumah sakit, hingga akhirnya dalam waktu singkat pihak rumah sakit tiba. Saat itu, nyawanya sudah tidak tertolong lagi. “ Usai salat ashar, jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka di Pangkal Pinang menggunakan mobil ambulan,” terangnya.

Feri, salah satu rekan korban yang juga jamaah suluk dari asal Pangkal Pinang menuturkan dari keterangan istri korban yang dihubunginya kemarin seraya memberitahukan jika korban meninggal, diketahui korban punya riwayat mengakit diabetes dan asam urat. Namun saat akan mengikuti suluk korban sudah merasa sehat dan mengaku siap mengikuti suluk. Bahkan sebelum berangkat, korban sudah berpamitan dengan istri dan keluarga besarnya. “ Istrinya sudah saya hubungi, beliau sudah mengikhlaskan kepergian Pak Subono,” terang Feri.

Bupati BS, Gusnan Mulyadi SE MM setelah mendapat kabar ada jamaah suluk yang meninggal dunia saat suluk, Rabu sore langsung mendatangi lokasi suluk di Desa Tanjung Besar, Manna tersebut. Bahkan dirinya ikut salat ashar dan salat mayat berjamaah. Dirinya meminta keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dan tabah, terlebih yang bersangkutan meninggal di bulan puasa, sehingga diharapkan mendapat tempat yang layak disisi allah SWT. “Kepada keluarga, saya harapkan tetap sabar dan tabah menerima cobaan ini, semoga beliau ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ujarnya saat ditemui di lokasi surau, Rabu (15/5) sore.



Gusnan juga mengaku pemda Bengkulu Selatan siap menanggung segala biaya rumah sakit dan ambulan, sehingga pihak surau maupun keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi terkait pengurusan jenasah almarhum hingga tiba di rumah duka. “Untuk biaya ambulan dan biaya lainnya terkait pengurusan jenazah ini, akan ditanggulangi Pemda BS dan pihak rumah sakit,” imbuhnya.

Kepada jamaah suluk lainnya, Gusnan berpesan agar tetap fokus dalam melaksanakan kegiatan suluk hingga selesai. Dirinya meminta jamaah agar menjaga pola makan dan istirahat cukup. Jika ada yang sakit agar segera menghubungi petugas kesehatan. Sebab petugas kesehatan Bengkulu Selatan selalu siap 1×24 jam untuk melayani masyarakat yang mau berobat. “ Kepada jamaah saya minta untuk istirahat yang cukup,selalu memakan makanan yang bergizi, semoga bisa menuntaskan kegiatan suluk hingga selesai dengan kondisi tubuh selalu sehat,” harap Gusnan. (369)