Satu Desa Tolak Pemekaran Pekal

ARGA MAKMUR, BE – Rencana pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara (BU) menjadi BU dan Kabupaten Pekal ditolak warga Desa Lubuk Minday kecamatan Ketahun. Warga desa tersebut tidak ingin masuk wilayah Pekal karena rencana lokasi calon pusat ibukota kabupaten tidak representatif.
Kepala Desa (Kades) Lubuk Minday, Junaidi mengatakan warganya sudah membulatkan tekad menolak desanya masuk wilayah calon Kabupaten Pekal itu. Desa tersebut akan dipertahankan tetap masuk wilayah BU. “Kami sudah dengar dan tahu perihal pemekaran kabupaten Pekal ini, makanya kami sudah rapat antar desa kalau kami warga Lubuk Minday menolak masuk ke calon Kabupaten Pekal,” katanya.
Menurutnya, alasan penolakan itu disebabkan karena rencana Kota Pekal akan dipusatkan di Kecamatan Putri Hijau sebagai pusat perkantoran. Sedangkan jalan desa menuju kecamatan
Putri Hijau itu sangat jauh dan tidak ada alternatif jalan lain serta kondisi jalan yang mutar untuk menuju kota kabupaten. Sehingga akan terasa jauh lebih kurang tiga jam perjalanan.Hal itu, katanya, sangat jauh berbeda jika masih di Kabupaten BU kondisi jalan sudah bagus dan jarak tempuh cukup dekat.
Menurutnya, kalau pun dipaksakan Lubuk Minday masuk ke Pekal, maka diharapkan pemerintah daerah memindahkan pusat kota kabupaten di Desa Karang Pulau atau Desa Karang Tengah. Karena kedua desa tersebut sangat strategis dan dekat dengan mayarakat serta. Yakni,  berada di tengah-tengah wilayah calon kabupaten dan jangakauannya pun tidak terlalu jauh. “Kami tolak masuk calon Kabupaten Pekal. Alasannya jalan jauh dan mutar-mutar,” ungkapnya.
Menyikapi penolakan tersebut, Bupati Dr Ir H M Imron Rosyadi MM MSi mengatakan, ia akan menindaklanjutinya. Ia akan memerintahkan Bagian Pemerintahan Pemda untuk mencarikan solusi terbaik. Karena, katanya, pemekaran kabupaten dilakukan demi memikirkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita akan pelajari dan lihat dulu kondisinya. Harapannya semoga pemekaran kabupaten ini terlaksana dan akan berikan solusi terbaik,” pungkas Imron. (117)