Satu Desa “Dibom” Rp 1 M

dana desaKomitmen Pemerataan Ekonomi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tahun 2018 mendatang anggaran dana desa (DD) yang akan dibagikan setiap desa satu akan naik. Satu desa akan “dibom” anggaran mencapai Rp 1 miliar, dari semula hanya Rp 850 juta. Peningkatan dana desa ini diharapkan dapat semakin meningkatkan pertumbuhan desa menjadi lebih maju dan menghilangkan kesenjangan antara desa dan perkotaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bengkulu, Drs H Ali Sadikin MSi mengakui, bahwa kenaikan anggaran dana desa akan terjadi seluruh Indonesia. Akan tetapi finalisasi besaran tersebut akan terealisasi pada 2018 mendatang.

“Wacananya memang akan naik mencapai Rp 1 Miliar. Jika memang naik hal itu akan sangat baik bagi desa,” ujar Ali kemarin (29/11).

Saat ini diakui Ali, pihaknya masih akan menyelesaikan penyerapan dana desa yang sudah disalurkan tahun 2017 ini, dimana untuk tahun ini baru 60 persen dana desa dari total Rp 1,035 triliun yang dibagikan untuk 1.434 desa di 9 kabupaten. “Kami masih fokus menyelesaikan penyerapan anggaran dana desa tahun 2017 ini agar terserap dengan baik dan maksimal,” tutur Ali.

Sementara itu, Kepala Dirjen Perbendaharaan Negara (DJPBN) Provinsi Bengkulu, Rinardi mengatakan, pemerintah ingin mempercepat pemerataan pembangunan di daerah dan desa dengan meningkatkan anggaran transfer ke daerah dan dana desa. “Komitmen pemerataan ekonomi juga sudah diwujudkan melalui peningkatan Dana Desa pada tahun 2017 ini yang besarnya mencapai Rp 1.035 triliun,” ujar Rinardi.

Peningkatan dana desa ini bertujuan untuk mendapatkan pelayanan infrastruktur dasar yang layak seperti jaringan air minum sampai ke rumah-rumah warga desa. Melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Pemerintah juga mendorong pergerakan ekonomi daerah dengan peningkatan prosentase kemantapan jalan provinsi, jalan kabupaten/kota dan mendukung irigasi pertanian. “Dengan dana desa ini, Pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi desa,” sambung Rinardi.

Peningkatan dana desa ini diharapkan mampu meningkatkan pembangunan desa yang diharapkan dapat memunculkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru sehingga pembangunan menjadi lebih merata di seluruh pelosok negeri. “Pembangunan yang dijalankan bersama bukan hanya untuk yang tinggal di kota-kota tapi untuk seluruh anak bangsa baik yang tinggal di pedesaan, daerah pinggiran, pulau-pulau terdepan, maupun kawasan perbatasan,” jelas Rinardi.

Adanya program dana desa ini, pemerintah perlu benar-benar memastikan adanya tata kelola dana desa yang menyeluruh sekaligus dengan pengawasannya sebab penyaluran dana desa dalam tiga tahun ini telah mencapai triliun dang angka ini merupakan jumlah yang sangat besar.

“Oleh karenanya, tata kelola dana desa ini harus benar-benar baik dan maksimal sebab dana ini jumlahnya cukup besar,” sambung Rinardi.

Terakhir Rinardi menambahkan, penyaluran dana desa ini adalah salah satu program andalan pemerintah yang dinilai akan mampu menggerakkan perekonomian dan akhirnya menggerakan perekonomian nasional. “Dana desa ini akan mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan akan segera hilang kesenjangan antara daerah pedesaan maupun kota,” tukas Rinardi.(999)