Satu Bangku 7 Siswa

RIO-SUASANA MASUK PERTAMA SEKOLAH SD 19 (1)
Foto : IST

SBI, Bengkulu Ekspress – Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri 08 Desa Lubuk Tunjung Kecamatan Sidang Beliti Ilir (SBI), Rejang Lebong sangat memprihatinkan. Kondisi gedung sekolah di desa yang terbilang terpencil tersebut saat ini dengan kondisi dinding bangunan semi permanen yang terbuat dari papan sudah jebol, plafon sekolah sudah berayun dan bolong. Lantai gedung sekolah juga sudah rusak, terkelupas termakan usia.

Bukan hanya soal kondisi gedung, siswa di sekolah tersebut juga tidak seperti para siswa di wilayah kota. Di sini siswa harus berdesak-desakan agar bisa duduk satu meja, karena satu kursi terpaksa diisi oleh 7 siswa sekaligus. Selain itu satu lokal harus ditempati tiga kelas dari kelas satu, dua dan kelas tiga.

Kondisi miris pendidikan itu dibenarkan Kepala Sekolah SDN 08 Lubuk Tunjung Abudin ketika ditemui wartawan, beberapa waktu. Total siswa di sekolah tersebut ada 108 orang, dari kelas satu hingga kelas enam. Hanya saja tenaga pendidik masih terbilang kurang, jumlah guru di sekolah tersebut hanya sepuluh orang, empat di antaranya berstatus PNS termasuk kepala sekolah. Kepala sekolah bahkan harus ikut mengajar.

“Beberapa guru harus serba bisa mengajar bidag studi agama, guru olah raga dan matematika, agar siswa belajar sesuai kurikulum,” kata Abudin.

Sebanyak 108 siswa yang belajar di sekolah tersebut terbagi dari kelas satu hingga kelas enam. Siswa kelas satu, dua dan tiga harus digabung menjadi satu lokal sedangkan kelas empat, lima dan enam terbagi menjadi dua lokal. Sedangkan kantor sekolah tersebut harus minjam satu lokal untuk ruang guru sekaligus kantor. Gedung SDN 08 Lubuk Tunjung juga belum dialiri listrik, sehingga setiap ada kegiatan sekolah yang membutuhkan litrik harus menghubungkan kerumah Kepala Desa yang jarak sekitar 200 meter dari gedung sekolah.

Kepala Desa Lubuk Tunjung Selamat Amin ketika dikonfirmasi wartawan tidak membantah hal itu. Dijelaskan Kades, kekurangan meja dan kursi lebih menyedikan ada murid yang harus menggunakan bok tiang bendera sebagai tempat duduk karena tidak ada bangku. Dijelaskan Kades, SDN 08 Lubuk Tunjung dibangun sekitar 78 tahun silam.

Selamat Amin selaku Kepala Desa Lubuk Tunjung mengaku pernah mengajukan proposal pada tahun 2009, 2010, 2011 kepada Dinas Pendidikan Rejang Lebong. Hanya saja sampai saat ini belum ada jawaban.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa mengalokasikan pembangunan bagi gedung sekolah di desa kami, agar anak-anak kami punya masa depan dengan bersekolah,” harap Kades. (999)