Satpol PP Kota Bengkulu Razia Sarang Maksiat

MEDI/Bengkulu Ekspress Kasatpol PP saat menyita Miras dari beberapa tempat hiburan, kemarin.
MEDI/Bengkulu Ekspress Kasatpol PP saat menyita Miras dari beberapa tempat hiburan, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), menggelar razia di sejumlah tempat, seperti karaoke, warung remang, dan panti pijat, kemarin (26/4) malam. Razia ini dilakukan di kawasan lapangan golf Kelurahan Lingkar Barat, hingga Kecamatan Kampung Melayu, untuk mengawasi peredaran Narkoba dan minuman keras, dalam rangka menjelang bulan Ramadhan.

“Selain menyambut bulan suci Ramadhan, penertiban yang dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap penyakit sosial yang semakin parah saat ini. Karena kita sudah banyak dengar laporan-laporan yang negatif,” kata Kasatpol PP Kota, Mitrul Ajemi SSos, saat memimpin razia.

Pantauan Bengkulu Ekspress, setibanya petugas di lokasi, sempat terjadi keributan saat salah satu perempuan di panti pijat tidak mau diangkut ke mobil Satpol PP, sehingga terjadi aksi saling kejar dan saling tarik. Namun, petugas yang berjumlah hingga 1 pleton mampu mengamankan situasi, alhasil sebanyak 17 orang yang terdiri dari 15 perempuan yang bekerja ditempat hiburan, dan 2 orang pria hidung belang ditangkap dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk menjalani proses. Mereka diamankan dan diangkut ke mobil Satpol PP karena tidak mampu menunjukan Kartu Identitas.

Selain itu, petugas juga menemukan beberapa botol Miras dan tuak yang dikonsumsi para pengunjung di tempat hiburan tersebut, sehingga petugas juga langsung menyita barang-barang tersebut sebagai barang bukti.

“Ada sekitar belasan orang tadi yang kita angkut ke mobil, dan mereka akan kita bina dulu, setelah itu baru mereka menandatanggani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan. Dan tadi ada beberapa miras langsung kitasita,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Kepala BNN Kota Bengkulu, Alexander Soeki juga memerintahkan anak buahnya untuk melakukan tes urine kepada seluruh pengunjung tempat hiburan malam. Menggunakan alat tes urine khusus dengan skala 6 parameter, namun hasilnya dari puluhan pengunjung yang diperiksa secara keseluruhan dinyatakan negatif mengkonsumsi Narkoba dan sejenisnya. Hanya saja, para petugas ini menegur agar tidak lagi mengkonsumsi Miras dan tuak.

“Operasi ini akan terus kita lakukan, karena masih ada beberapa kafe dan diskotik di Kota Bengkulu yang akan menjadi target kita selanjutnya. Yang jelas menyambut bulan Ramadan ini tes urine akan rutin kita lakukan,” tegasnya. (805)