Satpam dan Siswa Ribut, Guru Terluka

RIO-SUASANA PASCA RIBUT STAF SEKOLAH VS SISWA SMAN 6  (2)
BENGKULU, BE –   Dunia pendidikan di Kota Bengkulu tercoreng. Pasalnya terjadi aksi baku hantam tenaga security (Satpam) dengan salah seorang siswa di SMAN 6 Kota Bengkulu, kemarin.  Namun, akibat keributan itu, salah seorang guru harus mengalami luka dan harus dirawat intensif di RS Bhayangkara.
Data terhimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di  SMAN 6 Kota Bengkulu Kelurahan Bajak, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.  Awalnya, sang security sekolah yang juga sebagai staf Tata Usaha berinisial Ru, memanggil siswa atas nama Ef untuk mengambil air dan menyiram  halaman yang berdebu.  Namun panggilan Ru ternyata tidak digubris  oleh Ef, hingga menyebabkan Ru mengeluarkan kata-kata  kotor atau mencarut dalam bahasa daerah Bengkulu.  Kata-kata kotor itu rupanya didengar Yu, siswa kelas 12 IPS D, yang kemudian menoleh dan mengajak Ru berkelahi, sehingga terjadilah adu mulut dan perkelahian.
Perkelahian itu  menyebabkan Yu dicekik pada bagian leher. Merasa terancam, Yu meminta bantuan dengan menelepon adiknya No untuk ke sekolah.  Pria yang berada tak jauh dari SMAN 6 Kota Bengkulu itu  datang memenuhi  permintaan kakaknya dengan mengenakan kaos oblong putih.  Singkat cerita, perkelahian  kembali terjadi.  Kejadian ini pun mengundang gaduh.  Petra, selaku guru olahraga di SMA itu, yang saat itu tengah mengajar di lapangan  langsung berlari  dan melerai  keduanya.  Namun bukannya berhasil meredam perkelahian, guru olahraga itu malah menjadi korban keributan itu.
Diduga  saat dilerai, No berlari keluar gerbang dan mengambil senjata berupa  palu dan  memukul sang guru. Namun sang guru mengelak dan menahan dengan tangan sebelah kirinya, hingga terluka.  Keributan pun kian panas dan informasinya  Ru merasa  tersudut berlari ke pos security dan mengambil golok dan sambil berkata, “Pergi dak kamu orang!” Siswa yang berdatangan saat itupun pada lari.
Sementara   pihak sekolah langsung meminta bantuan kepada Polsek yang hanya berjarak 100 meter dari tempat kejadian,  hingga akhirnya  kondisi pun dapat diamankan.
Petra yang tengah kesakitan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Luka pada lengannya dijahit sebanyak enam  jahitan.
Keributan inipun, sontak membuat Kasi SMA di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu  Minarni  langsung menuju lokasi. Termasuk juga Kapolsek Teluk Segara, Kompol Gondo Suwanto  dan pengawas Dikbud, Fajrul Hamidi.
Sekolah langsung  mengamankan  kedua pelaku, yang didampingi keluarganya. Mereka dipertemukan untuk dimediasi di ruang perpustakaan. Mediasi pun berlangsung alot, karena kedua pelaku mempertahankan  argumentasinya.
Usai pertemuan, Kasi  SMA Dikbud Kota Bengkulu,  Minarni berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun karena melibatkan pihak luar dan  adanya korban, maka mereka menunggu apakah Petra mau berdamai.
“Kita serahkan sepenuhnya ke sekolah, jangan sampai kejadian ini  berakhir di sekolah, namun justru akan berlanjut di luar sekolah, ” terangnya.
Sementara  itu,  Kapolsek  Teluk Segara, Kompol  G Suwanto yang berada di lokasi kejadian mengatakan, sekarang dari pihak sekolah, pelaku dan korban masih melakukan penyelesaian terhadap kejadian ini, karena masih di dalam lingkungan sekolah. “Dengan kasus ini yang diharapkan penyelesaiannya secara kekeluargaan, namun di sini adanya penggunaaan senjata tajam maka bisa menjadi tindak pidana,” katanya.
Di sisi lain, Kepala SMAN 6 kota Bengkulu, Suwarni saat dikonfirmasi menegaskan masih melakukan investigasi atas peristiwa ini. “Saat ini belum jelas bagaimana kejadiannya, kita akan cari kejelasan dulu baru akan kita tindaklanjuti,” ujar  Suwarni.
Perempuan berjilbab itu menegaskan,   selain meminta  kesaksian dari kesemuanya, termasuk korban  perkelahian, pihaknya juga memanggil pihak keluarga dengan harapan persoalan ini tidak meluas dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.  “Sekarang ini kita minta pendampingan pihak Polsek mengatasi persoalan ini, ” katanya.
Namun untuk menjaga hal-hal ini tidak terulang lagi di sekolah, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan  di sekolah seperti biasanya. “Tadi kita sudah melakukan pertemuan tapi belum ada titik terang, karena Pak Petra belum bisa hadir, harapan kita ini selesai dengan kekeluargaan,” tukas Suwarni.
Sementara itu, Ru (Satpam) dan No (adik Yu) dan yang diduga menjadi dalang dalam keributan tersebut, telah diamankan di Polsek Teluk Segara, Kota Bengkulu. “Untuk sementara kedua pelaku sudah kita amankan dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kompol Gondo Suwanto, dikonfirmasi kemarin. (247/135)