Satlantas Razia Truk

ARGA MAKMUR, BE – Jajaran Satlantas Polres Bengkulu Utara menggelar razia truk batu bara di Jalinbar Kecamatan Lais pada Senin malam kemarin. Selain untuk melakukan penyelidikan mencari identitas mobil truk batu bara yang melakukan tabrak lari, Satlantas juga melakukan pengecekan terhadap kelengkapan berkendara serta surat-surat mobil batu bara yang melintas di jalan raya. Sebagaimana diketahui, 3 hari lalu, telah terjadi tabrak lari oleh mobil truk batu bara yang mengakibatkan 2 pelajar tewas. “Operasi penertiban rutin terhadap kendaraan batu bara yang melintas terkait keberadaan surat berkendara,” ujar Kapolres BU AKBP Asep Teddy N SIk melalui Kasat Lantas AKP Purwanto HS. Dari razia yang digelar, setidaknya 125 Tilang kendaraan dilakukan oleh petugas Satlantas Polres Bengkulu Utara. Dari 125 Tilang tersebut, Satlantas mengamankan 5 buah SIM, 114 STNK serta 6 unit mobil truk batu bara. Enam unit truk batu bara yang ditilang tersebut langsung digelandang ke Mapolres Bengkulu Utara untuk diamankan dikarenakan pengemudinya tidak mempergunakan SIM sesuai dengan peruntukkan yakni B1 bukan B1 umum sesuai dengan kendaraan yang dikendarainya. Pihak kepolisian mengharapkan pihak pengusaha angkutan maupun pengusaha tambang bisa mematuhi aturan main yang berlaku dan kesepakatan yang telah dibuat seperti halnya dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah serta undang-undang yang berlaku.

Pada intinya penertiban akan terus dilakukan di titik yang menjadi jalur transportasi angkutan batu bara agar kebijakan yang dijalankan bisa dilaksanakan dan dipatuhi oleh angkutan batu bara, Terlebih selama ini angkutan batu bara selalu dijadikan kambing hitam terkait kondisi jalan yang rusak parah akhir-akhir ini. Penertiban yang dilakukan merupakan bentuk penegakan aturan yang ada dan hal ini mutlak harus dilaksanakan. Pelaksanaan operasi yang digelar dianggap sangat efektif dalam penertiban angkutan kendaraan batu bara untuk mengangkut muatan sesuai dengan kapasitas kelas jalan. “Hasil operasi yang dilakukan terbilang cukup efektif dalam mengendalikan angkutan yang menyalahi aturan,” tukas Kasat Lantas. (212)