Sapi Poktan Tidak Dijual

sapiKERKAP, BE – Kasus dugaan penggelapan ternak sapi milik kelompk tani Desa Simpang Ketenong Kecamatan Kerkap, yang dilaporkan Ujang Syah (43) dengan terlapor Hamidin (42) selaku pengurus Poktan dan juga Sekdes desa itu. Hamidin membantah perihal penjualan sapi yang dituduhkan kepadanya itu. Ia menilai persoalan itu hanya salahpahaman pelapor terhadap dirinya yang tidak mengecek keberadaan sapi dan kurang berkomunikasi. “Laporan itu hanya kurang komunikasi saja dengan pelapor,” kata Hamidin.
Menurutnya sapi yang telah dipelihara selama dua tahun oleh kelompok tani (poktan) itu berjumlah 35 ekor. Namun sudah banyak yang mati dan tinggal 22 ekor sapi. Lama kelamaan pertumbuhan sapi kurang memadai hingga banyak sapi yang sakit dan kembali mati, lalu diganti dengan sapi lokal. Saat ini sapi itu hanya sisa 11 ekor sapi.
Sedangkan enam ekor lagi belum diantarkan karena sakit dan masih dalam proses perawatan dan akan diganti dengan sapi yang lebih sehat. “Sapi itu tidak hilang, ada dikandang. Silahkan dicek, memang ada enam sapi belum diantar karena sebelumnya berangsur dua ekor sakit lalu empat ekor sakit,” ujar Hamidin.
Menurutnya, ia tidak tahu mengapa pelapor langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi dengan kasus penggelapan. Padahal pelapor tidak pernah berkomunikasi atau mengecek sapi yang ada dikandang belakang rumahnya. Sedangkan Poktan lainnya juga ada yang memelihara untuk kerjasama pengurusannya. “Sapi itu tidak itu tidak saya jual, silahkan cek ada dikandang, “. (117)