Sapi Liar, Terjangkit Jimbrana

sapi
foto: ist

TAIS,Bengkulu Ekspress– Dinas pertanian kabupaten Seluma mengingatkan agar seluruh warga yang memiliki sapi untuk bisa di kandangkan. Pasalnya hingga Maret ini sudah 8 kasus sapi liar mati mendadak setelah terjangkit jembrana.

“Jambrana ini menyerang sapi warga yang tidak dikandangkan dan delapan ekor sapi mati dan sudah positif jembrana,”ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Marah Halim Sp Mp Msi kepada Bengkulu Ekspress,( 14/3).

Agar tidak merambah ke peternak lainnya, dinas pertanian juga sudah mengeluarkan surat ke seluruh kepala desa yang banyak peternak. Agar sapi dan hewan ternak bisa dikandangkan. Selain itu juga sudah menyediakan vaksin jembrana sebanyak 1000 dosis.



Agar sapi – sapi yang sebelumnya di lepas liarkan bisa di berikan vaksin jambrana. Dimana vaksin ini hanya bersifat sebagai penangkal dan daya tahan tubuh sapi saja. “Vaksin jembrana ini sudah tersedia dan masa penyimpanan memiliki batas waktu empat bulan saja. Sehingga lewat empat bulan sudah ekspaye,”tegasnya.

Dijelaskan, daerah penyebaran jembrana ini cukuplah luas dan merata. Jika sapi warga yang mati kurun waktu tahun 2019 ini di kecamatan Ilir Talo dan Seluma selatan serta seluma timur. Sehingga besar harapan, sapi warga yang sebelum di liarkan agar bisa dikandangkan.

“Virus jembrana ini hanya menyerang sapi warga yang di liarkan saja dengan menyerang daya tahan tubuh dan badan sapi berkeringat darah,”sampainya.

Sedangkan, bagi peternak yang mengandangkan sapinya akan terbebas dari virus jembrana ini. Dimana perawatan cukup intens dilakukan oleh peternak. Termasuk asupan makanan dan vitamin serta perawatan kandang sekalipun. “Kita pastikan sapi warga yang dikandangkan tidak akan terangkit jembrana ini,”pungkasnya singkat.(333)