Sapi Dikandangkan Bisa Diasuransikan

ASRI/Bengkulu Ekspress FOTO BERSAMA: Asisten 3 Bupati Bengkulu Selatan foto bersama dengan perwakilan poktan yang menerima AUTS karena ternakya mati, kamis (16/5) di Desa Tanjung Aur, Bunga Mas.

BUNGA MAS, Bengkulu Ekspress–Kelompok tani (koptan) yang ternak peliharaannya mati beberapa waktu lalu dapat bernapas lega. Pasalnya Pemda Bengkulu Selatan (BS) memberikan Asuransi Usaha Ternak Sapil (AUTS). Bahkan satu ekor sapi bisa mendapatkan asuransi hingga Rp 10 juta.

“ Untuk sapi ternak yang dikandangkan mati, bisa diasuransikan, dan besarannya hingga Rp 10 juta per ekor,” kata Asisten 3 Bupati Bengkulu Selatan, Arjo Arifin SE MM saat menyerahan dana AUTS kepada perwakilan koptan di Desa Tanjung Aur, Bunga Mas, Kamis (16/5).

Arjo mengatakan klaim asuransi tersebut dibayarkan PT Jasindo, lantaran ternak milik Koptan mati. Adapun kemarin ternak yang mendapatkan asuransi yakni 4 ekor. Rinciannya 2 ekor milik Koptan Maju Bersama Desa Tanjung Aur, Bunga Mas, 1 ekor milik Koptan Harapan Maju Desa Batu Kuning, Ulu Manna dan 1 ekor lagi milik Koptan Jati Baru Desa Keban Jati, Ulu Manna.“ Gunakannya uang AUTS ini untuk mengembangkan usaha ternaknya,” harap Arjo.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Sukarni SP MM mengatakan, AUTS merupakan program pemerintah pusat. Adapun tujuannya untuk mensuffort dan memberikan stimulus agar peternak berubah pola ternaknya, dari cara beternak yang dilepas ke cara dikandangkan secara intensif.  “ Khusus sapi yang diliarkan tidak bisa mendapatkan asuransi jika mati,” ujarnya.

Sukarni menjelaskan, untuk asuransi ternak ini, ada program pemerintah. Program ini peternak mendapatkan subsidi, sehingga hanya membayar premi Rp 40 ribu per ekor pertahun. Di Provinsi Bengkulu,program AUTS hanya sebanyak seribu ekor. Sedangkan di Bengkulu Selatan baru diasuransikan 56 ekor saja.



Hanya saja, peternak juga bisa mengasuransikan ternaknya secara mandiri. Adapun biaya preminya sebesar Rp 200 ribu per ekor pertahun. Sehingga ketika ternak mati, bisa mendapatkan asuransi sebesar Rp 10 juta per ekor.“ keuntungan dari AUTS ini, jika ternak kita mati, pemerintah akan membayar asuransinya,” bebernya.

Untuk itu, sambung Sukarni, dirinya mengimbau warga agar selalu mengkandangkan ternaknya. Sehingga nanti ternaknya bisa diasuransikan. Selain itu, keuntungan dari mengkandangkan ternak ini yakni ternak bisa dilakukan inseminasi buatan, penyakit ternak bisa dikontrol dan aman. Sebab pemiliknya dapat memantaunya setiap saat. Kalau ternak yang diliarkan, gampang terserang penyakit dan juga rawan dicuri.
“ Tak kalah pentingnya, ternak yang dikandangkan mendukung program pertanian dan petahanan pangan, sebab tanaman warga terhindar dari hama ternak,” terang Sukarni. (369)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*