Santun Berkendara, Anti Velg Racing

Blade Performance Bengkoeloe Community


Berawal dari thread Leo Candra tentang modifikasi motor. Kehadiran Blade Performance Bengkoeloe Community langsung disambut pengguna kendaraan roda dua khususnya  pecinta Honda Blade. Tepatnya, 31 Desember 2011 lalu terbentuklah komunitas Blade ini dengan beragam anggota. Mulai dari pelajar, mahasiswa, dan umum.

“Awalnya sih iseng aja. Tapi banyak yang nyambut dan untuk kemudian mengajak kumpul bareng.  Ini membuat anak muda yang suka modif motor terinspirasi. Sekaligus mengajarkan kesantunan berkendara. Makanya modifikasi motor kami ini bukan untuk ugal-ugalan, tapi untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,“ ungkap Leo yang bekerja di salah satu dealer motor Honda di Kota Bengkulu.

Aktivitas kopi darat komunitas ini, mereka punya lokasi favorit. Seperti kediaman Bung Karno, Pantai Panjang, dan Kualo. Gelaran ini dilakukan setiap 2 kali dalam satu bulan tiap hari Minggu. Nah, kalau kumpul sunnah setiap malam minggu di Dealer Bintang Motor. Waktu yang telah ditentukan hari libur itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi anggota yang memiliki kesibukan lain.  Kegiatan lain seperti touring telah dilakukan di wilayah Sumatera seperti Lampung dan Palembang.

Komunitas ini memiliki struktur organisasi yang terinci. Pembayaran uang kas di setiap minggunya, memiliki absensi, sticker komunitas keanggotaan tepat berada di kepala motor. Uniknya lagi komunitas ini merupakan kumpulan motor Blade ini mencirikan anti velg racing.

“Komunitas kami juga di bawah naungan Yayasan Safir Bengkulu yang bertujuan untuk jalin silaturahmi dalam melaksanakan kegiatan seperti bakti sosial yang disesuaikan dengan situasi,” ucapnya.

Bagi yang berminat untuk bergabung bisa langsung melalu facebook “Blade Performance Bengkoeloe”. Syarat motor Blade tidak racing, mengikuti tata tertib komunitas serta ketentuan lainnya.”Selama tiga bulan dengan niat dan bersungguh-sungguh untuk  memberikan suri tauladan berkendara,” pungkasnya. (117)