Sambut Junaidi, Gedung Daerah Dipercantik

Gedung Daerah Berbenah (5)BENGKULU, BE – Setelah Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin dinyatakan non aktif, Gedung Daerah (rumah dinas gubernur) praktis tak berpenghuni. Namun sudah 2 tahun berlalu, gedung yang menjadi kediaman setiap gubernur ini kini siap menerima H Junaidi Hamsyah SAg MPd sebagai penghuni baru.
“Gedung ini sudah kita percantik. Kita melakukan pengecatan ulang terhadap warna-warna tembok yang kotor dan renovasi kecil terhadap beberapa bagian dinding dan atap,” ungkap Kepala Rumah Tangga Gedung Daerah Gazali SSos, saat dijumpai di gedung tersebut, kemarin.
Sebanyak 38 orang dipekerjakan untuk merawat, memelihara dan menjaga gedung yang dahulu bernama Mount Felix ini. Mereka terdiri dari 5 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 33 orang tenaga honorer.
Di tengah-tengah kunjungan wartawan BE, mereka tampak sibuk membersihkan dan menyiapkan ruang pertemuan. Gazali sendiri merupakan Kepala Rumah Tangga yang baru. “Saya ditempatkan di sini setelah Pak Agusrin dinyatakan non aktif sebagai gubernur dua tahun yang lalu,” katanya.
Dari penelusuran wartawan BE, meski sebagian besar jam dinding yang terpasang merupakan jam-jam dinding baru. Namun jam dinding bergambar Agusrin beserta istrinya masih tersisa di dua tempat. “Saya hanya menjalankan perintah saja. Selama belum diperintahkan untuk dicopot, maka belum akan kami copot,” sambungnya.
Rencananya, malam ini Gedung Daerah akan digunakan sebagai tempat jamuan makan malam Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Gedung yang merupakan salah satu peninggalan penting baik bagi Bangsa Inggris maupun Bangsa Indonesia ini, selalu menjadi tujuan pejabat tinggi negara saat berkunjung ke Bengkulu. Selain karena nilai sejarahnya yang begitu tinggi, gedung ini juga mempunyai banyak cerita yang menyertai seperti peristiwa terbunuhnya Gubernur Jenderal Thomas Parr akibat adanya perlawanan rakyat Bengkulu pada masa itu. “Konon ada kisah pada masanya digunakan, ada terowongan bawah tanah yang menghubungan gedung ini dengan Benteng Marlborogh dan Tugu Thomas Parr,” pungkas Gazali

Panitia

Di bagian lain persiapan pelaksanaan pelantikan  Plt Gubernur Junaidi Hamsyah sebagai gubernur definitif 17 Desember mendatang terus dimatangkan. Jika tidak ada kendala pada  hari ini akan digelar gladi bersih pelantikan di DPRD provinsi Bengkulu.
Sekwan Provinsi, Syofwin Syaiful SH  mengungkapkan persiapan penataan ruangan pelantikan ditata sedemikian rupa. Persiapan juga dilakukan mulai teknis menyangkut akomodasi, undangan, transportasi, dan keamanan. “Seluruh panitia mulai bekerja ekstra keras untuk mempersiapkan segala sesuautu  mengingat pelaksanaan pelantikan  sangat  sempit,” katanya.
Persiapan dipusatkan di gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Para pekerja tampak sedang menyelesaikan penataan kursi, dan dekorasi ruangan. Sebab ruangan rapat utama akan  digunakan sebagai tempat rapat paripurna DPRD untuk pengambilan sumpah gubernur  defenitif.  Karena daya tampung ruang pelantikan hanya untuk  400 undangan dengan kategori A, maka  undangan akan ditampung pada  sayap kiri dan kanan bangunan  gedung DPRD Provinsi dengan menggunakan tenda. “Sekarang  seluruh panitia  mendesain dan mempersiapkan sound system  dan ruang pengambilan sumpah pelantikan nantinya, ” katanya.
Di sisi lain konsep pengamanan sepenuhnya di serahkan kepada aparat kepolisian akan menyiapkan metal detector dan mirror detector untuk mensterilkan lokasi pelantikan dari ancaman bom dan benda berbahaya lainnya.(247/cw1)