Sambut Dubes AS, Pedagang Ditertibkan

TERTIBKAN : Petugas Satpol PP Kota bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu menertibkan pedagang yang berjualan di depan Balai Daerah, kemarin (22/3).
TERTIBKAN : Petugas Satpol PP Kota bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu menertibkan pedagang yang berjualan di depan Balai Daerah, kemarin (22/3).

BENGKULU, BENGKULU EKSPRESS – Kedatangan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) ke Bengkulu akhir Maret 2018 ini disambut istimewa oleh Pemerintah Kota dan Provinsi Bengkulu.

Buktinya, seluruh pedagang yang berjualan di trotoar depan rumah dinas Gubernur Bengkulu atau Gedung Daerah ditertibkan.
Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi mengatakan, para pedagang ini nantinya akan ditata di kawasan ujung lapangan View Tower, yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.

“Pada dasarnya para PKL ini menerima, tapi tetap saja kita jelaskan dan bersifat persuasif. Jadi, kita kumpulkan para pedagang ini dan menjelaskan agar tujuan kita bersama dalam menata Kota Bengkulu bisa sejalan,” jelas Mitrul disela-sela penertiban, kemarin (22/3).

Dikatakan Mitrul, pihaknya juga meminta agar petugas Satpol PP yang berjaga di depan rumah dinas gubernur berperan aktif dalam menjaga dan menata kota Bengkulu ini. Apalagi, penertiban tersebut juga terkait rencana kedatangan Dubes AS ke Bengkulu pada akhir Maret ini.

“Tetapi pada dasarnya bukan hanya itu, memang kita saat ini menjalankan perda dan mau menata agar wajah Kota Bengkulu bisa bagus,” jelas Mitrul.

Selain itu, ia juga menegaskan kepada para pedagang jika masih nekat menggelar dagangan di sepanjang jalan depan rumah dinas gubernur tersebut, maka Satpol PP Kota Bengkulu tidak segan lagi untuk mengangkut dan mengenakan sanksi tipiring kepada pedagang kaki lima yang masih nekat berjualan di area terlarang itu.

“Tentunya akan kita berikan sanksi tegas, dengan mengangkut dagangan bahkan mengenakan sanksi tipiring. Tentunya kita harap hal tersebut jangan sampai terjadi, apalagi saya lihat mereka (PKL) menurut semua,” ucap Mitrul.

Selain itu, Kepala UPT POWAP Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, M Rosaz Anthony yang ikut dalam penertiban tersebut mengatakan, beberapa tahun sebelumnya, PKL di kawasan tersebut sudah pernah ditertibkan. Bahkan saat ini jumlah pedagang yang aktif berjualan di kawasan rumah dinas gubernur hanya ada 17 pedagang.

“Inilah, karena para pedagang ini bandel, mereka muncul lagi berjualan di sini,” kata Rosaz.

Menurutnya, masalah yang utama adalah aliran listrik. Bahkan sebelumnya seluruh aliran listrik yang ada di kawasan depan rumah dinas gubernur ini sudah dicabut. Karena jika tidak ada aliran listrik, para pedagang dan usaha mainan anak-anak tidak bisa beroperasi, tetapi saat ini ada lagi aliran listriknya.

“Untuk stop kontak dari ujung jalan ini sudah kita cabut, tetapi ini malah muncul lagi. Kita tidak tahu dari mana sumber aliran listrik mereka,” ucapnya.

Untuk itu, tahun 2018 ini sudah ada perda mengenai penarikan tarif terhadap para pedagang yang berjualan di kawasan depan rumah dinas Gubernur Bengkulu atau kawasan View Tower tersebut. Namun hal tersebut saat ini belum diberlakukan pihak Dispar Provinsi karena ke depan kawasan ini akan dibangun sebagai taman kota oleh Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

“Mungkin sekitar bulan April atau Mei pekerjaan taman ini akan dimulai oleh Dinas PUPR Provinsi. Nah, dalam perda, penarikan tarif per pedagang itu Rp 90 ribu perbulan,” pungkas Rosaz.(777)