Salurkan Beras Medium Kepasaran

EKO/Bengkulu Ekspress RESMI: Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementrian Perdagangan RI Lasmi Ningsih secara resmi melepas beras medium Bulog Diver Bengkulu disalurkan ke pasaran Bengkulu.
EKO/Bengkulu Ekspress RESMI: Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementrian Perdagangan RI Lasmi Ningsih secara resmi melepas beras medium Bulog Diver Bengkulu disalurkan ke pasaran Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Untuk mengatasi tingginya harga beras di pasaran, Perum Badan Urusan Logistrik (Bulog) Divre Bengkulu secara perdana menyalurkan beras jenis medium kepasaran.

Penyaluran secara resmi itu dilakukan langsung oleh Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI Lasmi Ningsih, didamping oleh Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu Dedy Sabentra Buyung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu H Lierwan SE dan Satgas Pangan dari Polda Bengkulu.

Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kemendag RI Lasmi Ningsih mengatakan, peyaluran beras medium ke pasaran ini diberikan kepada pegadang dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 9.850 perkilonya, atau Rp 15 ribu percupaknya. “Jadi harga jualnya tidak boleh melebihi HET yang sudah ditetapkan,” ujar Lasmi kepada Bengkulu Ekspress, usai pelepasan mobil pengangkut beras medium di Gudang Perum Bulog Divre Bengkulu, kemarin (9/1).

Dijelaskan, beras yang akan didistribusikan dipasaran dari Bulog itu, masyarat tidak perlu khawatir akan kualitasnya. Beras jenis medium ini telah memiliki standar kualitas yang baik, untuk dikonsumsi masyarakat. Persepsi beras Bulog itu jelek, itu sudah dirubah dengan beras yang bagus. “Beras medium dari Bolog ini mutunya sangat bagus. Jadi memang lebih bagus dari beras Bulog sebelumnya,” paparnya.
Pendistribusian beras jenis medium ke pasaran Bengkulu ini, menurut Lasmi lantaran di pasaran Bengkulu tidak ada yang menjual beras medium. Harga cukup tinggi juga sangat mempengaruhi masyarakat untuk membeli beras sebagai bahan pokok makanan sehari-hari. Untuk itu masyarakat saat ini cukup membeli beras dengan harga murah dipasaran, tanpa harus ragu membeli beras Bulog. “Kami ingin masyarakat menikmati beras medium dengan kualitas bagus dari Bulog. Karena memang sudah jual lebih layak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu Dedy Sabentra Buyung mengatakan, Bulog Bengkulu sudah menyediakan 6 ribu ton beras untuk disalurkan dipasaran Bengkulu. Stok beras tersebut akan mampu memenuhi kebutuhaan masyarakat Bengkulu. Jikapun kurang, ada 12 ton lagi yang akan masuk Bengkulu untuk didistribusikan kepada masyarakat Bengkulu.

“Stok saat ini cukup, kalau kurang kita tambah lagi. Berapapun kebutuhaan pasar, kita akan siapkan,” terang Dedy.

Penjualannya oleh para pedagang pasar kepada masyarakat tentunya tidak boleh melewati HET yang sudah ditetapkan secara nasional Rp 9.850 perkilonya atau Rp 15 ribu percupaknya. Agar masyarakat Bengkulu benar-benar terbantu dengan harga murah dan mendapatkan beras bagus dipasaran. “HET sudah ditetapkan, jadi tidak boleh lebih dari HET,” bebernya.

Dengan penyaluran beras medium ke pasaran itu, Bulog meminta kepada para pedagang untuk menjadi mitra Bulog dalam menjual beras dipasaran. Dengan harga murah dan kulaitas bagus, maka akan memberikan manfaat besar bagi para pedangan di pasaran yang ada di Bengkulu.

“Ayo semua pedagang jadi mitra Bulog,” terangnya.

Untuk kebutuhaan beras sendiri, Bulog secara langsung mengambil beras dari petani Bengkulu. Ada sekitar 2 ribu ton yang sudah dibeli oleh Bulog dari petani padi di Bengkulu. Selebihnya, kebutuhaan beras itu, Bulog tetap mengambil dari Divre setiap provinsi. Seperti Divre Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan provinsi lainnya. “Potensi beras Bengkulu ini bagus-bagus, itu kenapa kami ambil beras dari Bengulu. Tahun ini kita tergetkan, untuk kebutuhaan rastra, bantuan sosial (bansos) nasional, 50 persennya bisa diambil dari Bengkulu,” ungkap Dedy.

Disamping itu, Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu H Lierwan SE mengatakan, Disperindag dan Satgas pangan akan terus melakukan pemantauan di lapangan terkiat penjualan beras Bulog oleh para pedangan dengan HET. Jika ditemukan, maka dipastikan, pedangan nakal itu akan dikenakan sangsi tegas.

“Kita akan awasi terus. Karena harga itu menjadi tugas pengawasan kami dan penindakan itu tugas Satgas pangan,” terang Lierwan.

Lierwan optimis, dengan pendistribusian beras medium Bulog ini akan mempu menekan mahalnya harga beras dipasaran. Sebab saat ini, beras dipasaran cukup tinggi dijual, lebih dari Rp 15 ribu percupaknya. Dengan langkah ini, maka dipastikan tidak ada lagi beras mahal dijual di pasaran. “Mudah-mudahaan ini akan menekan mahalnya harga beras dipasaran,” pungkasnya. (151/krn)