Saksi Demokrat Protes Pleno

1. Doni/Bengkulu EkspressSuasana rapat pleno Pemilu tingkat Kabupaten Kepahiang, yang digelar KPU Kepahiang, Rabu (1/5).

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress– Merasa punya bukti jika adanya warga luar domisili menggunakan hak suaranya di Kelurahan Pasar Ujung, Kabupaten Kepahiang. Saksi Partai Demokrat Bambang Holil Efendi, memprotes hasil pleno PPK Kecamatan Kepahiang. Protes atau keberatan ini diajukan dalam Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Hasil Suara Pemilu serentak 2019, tingkat Kabupaten Kepahiang, yang digelar KPU Kabupaten Kepahiang, Rabu (1/5).

Menurut Holil, ada dua warga Kelurahan Padang Lekat RT 02 atas nama Su dan ES mencoblos di TPS 17 Kelurahan Pasar Ujung. Pencoblosan dilakukan bukan di wilayah kedua orang ini bertempat tinggal (domisili, red). “Ini pernyataan di atas materai. Saya temukan dua orang warga Padang Lekat Su dan ES mencoblos di TPS 17 Pasar Ujung,” ucap Bambang di forum sidang pleno, Rabu (1/5).

Dengan temuan kasus di Pasar Ujung dan ditambang dengan kejadian Pemungutan Suara Ulang (PSU) Desa Kampung Bogor. Saksi Demokrat menduga ada pelanggaran serupa pula di semua TPS untuk kecamatan Kepahiang. Jadi pantut dicurigai terjadi secara masif hingga merugikan kandidat lainnya.

“Kami pertanyakan mengapa setelah kejadian PSU Kampung Bogor, untuk selanjutnya PPK Kepahiang tidak mau membukan kotak suara. Bahkan kami meminta buat berita acara tidak mau membuka kotak PPK tidak mau. Jadi ada apa ini?,” tanya Bambang.

Bambang awalnya langsung mengacungkan tangan usai PPK Kepahiang, membacakan sertifikat hasil pleno PPK Kecamatan Kepahiang, untuk perolehan suara Pilpres dan DPR RI. Sebab, Ketua PPK Kepahiang, sempat mengatakan, tidak ada keberatan dari para saksi.  “Dalam Pleno PPK Kecamatan Kepahiang, saya dan kawan-kawan lagi mengajukan keberatan dengan mengisi form keberatan. Tadi dikatakan tidak ada keberatan, jadi berkas keberatan kami itu kemana,” sebut Bambang.

Ketua KPU Kepahiang Mirzan Pranoto Hidayat, kemudian, mengkroscek kembali ke PPK Kepahiang. Setelah dicek berkas ternyata ada dokumen atau berkas protes keberatan para saksi dalam Pleno PPK. “Ada ketua, keberadaan saksi,” ungkap Ketua PPK Kecamatan Kepahiang.

Setelah dibacakan, diketahui keberatan para saksi parpol bahkan bukan hanya Demokrat saja yang mengisi form keberatan. Parpol lainnya diantaranya PDI Perjuangan, juga menyatakan keberatan dengan poin hampir sama yakni memprotes PPK tidak membuka kotak suara sehingga tidak bisa mengetahui ketransparanannya DPK di Kecamatan Kepahiang, yang mencapai ribuan orang.  “Saudara saksi, Pleno kita membahas selisih suara. Jika keberatan dengan hasilnya silahkan ajukan keberadan melalui form keberatan,” ungkap Mirzan.

Protes keberatan Saksi Demokrat berakhir setelah politisi PDI Perjuangan Edwar Samsi SIP MM menyatakan, partainya menarik keberatan yang diajukan dalam pleno PPK, Kecamatan Kepahiang. “Menurut laporan saksi ditingkat PPK. Kita memang mengajukan keberatan. Tetapi setelah mendengarkan penjelasan ketua tadi, maka PDIP mencabut keberatan,” tegas Edwar Samsi.



Pencabutan keberatan yang disampaikan Edwar, disambut tepuk tangan para peserta rapat hingga terdengar oleh para pejabat dan warga yang menyaksikan dari luar tenda. Kemudian tidak terdengar lagi protes lanjutan dari Bambang Holil sehingga hasil pleno tingkat kecamatan disahkan pimpinan sidang. “Jadi hasil Pleno untuk tingkat kecamatan Kepahiang disahkan,” terang Mirzan sembari mengetukan palu sidang.

Hanya di Kecamatan Kepahiang, ada protes saksi. Secara keseluruhan sidang Pleno terbuka penghitungan perolehan suara Pemilu serentak 2019, KPU Kabupaten Kepahiang, berjalan dengan lancar. Nyaris tidak ada gejolak berarti dalam pelaksanaan pleno. Para saksi partai politik semuanya menerima sertifikat hasil Pleno PPK yang disampaikan dalam Pleno tingkat Kabupaten Rabu (1/5).

Rapat pleno berlangsung hingga Kamis dinihari (2/5), karena banyak koreksi kesalahan penulisan statistik angka yang disampaikan PPK masing-masing kecamatan. Dimulai dengan Kecamatan Tebat Kari, Seberang Musi dan Kabawetan. Kemudian, dilanjutkan dengan Kecamatan Merigi dan Ujan Mas. Lalu, Kecamatan Muara Kemumu dan Bermani Ilir. Terakhir Kecamatan Kepahiang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. (320)