Safari Ramadan, Mubazir

KH Zamroni NuhKEPAHIANG, BE – Program Safari Ramadhan Pemkab maupun Ormas di Kepahiang acap kali hanya dijadikan sebagai seremonial semata, tanpa ada penjiwaan. Setelah bulan puasa berlalu, tidak ada perbaikan yang berarti terhadap umat Islam dalam menjalankan ibadah, sehingga terkesan mubazir.
Penilaian tersebut diungkap Pemimpin Pondok Pesantren Darussalam Kepahiang, KH M Zamroni Nuh Sag.
“Safari Ramadan setiap tahun itu hanya seremonial saja, tidak ada penjiwaan. Harusnya setiap peserta Safari Ramadan benar-benar memanfaatkan momen itu untuk menambah wawasan,” ujar Zamroni, kemarin.
Dikatakannya, setiap ada Safari Ramadan, seharusnya diisi dengan pembicara yang mumpuni.  “Jika pembicara pada setiap acara Ramadan itu berkualitas, setidaknya bisa memberikan pencerahan dan ada perbaikan karakter. Sehingga ada perubahan karakter, setelah Ramadan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa akan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Menurutnya, peran Pemkab juga sangat diperlukan memasyarakatkan perbaikan ahlak masyarakat pada saat Safari Ramadan. “Pemerintah daerah punya peran di sini. Kedekatan antara masyarakat dengan umaro (pemimpin) harus makin erat setelah adanya safari Ramadan, jadi tidak hanya seremonial belaka,” tandasnya.(505)