Sadar Wisata Masih Rendah

RIO/Bengkulu EkspressGubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka Workshop Sadar Wisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, bersama Kementerian Pariwisata RI, Senin (17/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Sadar wisata di Provinsi Bengkulu masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat dan pelaku pariwisata yang belum menciptakan keamanan dan kenyamanan di sekitar objek wisata di Bengkulu. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong masyarakat umum dan pelaku pariwisata agar semakin sadar wisata. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu akan semakin nyaman berwisata.

Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, pihaknya terus membangun kesadaran masyarakat dan pelaku pariwisata di Bengkulu untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan kepariwisataan. Langkah yang dilakukan Pemerintah yaitu mendorong masyarakat dan pelaku pariwisata agar sadar wisata sehingga akan membentuk sikap yang baik dan menciptakan rasa yang aman dan nyaman kepada wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu.



“Walaupun pariwisata Bengkulu bagus, kalau tidak ditunjang keamanan dan kenyamanan oleh masyarakat, maka tidak akan ada yang mau berkunjung ke Bengkulu, jadi sadar wisata itu penting,” kata Rohidin usai membuka Workshop Sadar Wisata di Nala Sea Side Hotel Kota Bengkulu, kemarin (17/6).

Ia mengatakan, masih banyak ditemukan masyarakat dan pelaku pariwisata seperti pedagang kuliner disekitar objek wisata hingga saat ini belum menerapkan konsep keamanan dan kenyamanan. Bahkan, beberapa objek wisata seperti Danau Dendam Tak Sudah kerap memberikan harga makanan diatas tarif rata-rata yang berlaku di Bengkulu.

“Saya pernah makan berlima di Danau Dendam, padahal hanya mesan es dogan dan harus bayar sampai Rp 500 ribu. Padahal biasanya harganya cuma Rp 15 ribu. Ini bukan cerita orang, tetapi saya mengalami langsung, itulah kenapa wisata di sana selalu sepi,” tutur Rohidin.

Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat umum dan pelaku pariwisata mulai dari pedagang, tukang parkir, pengusaha hotel dan akomodasi serta aparat keamanan bisa bersikap ramah kepada wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Dengan bersikap ramah maka akan membuat wisatawan nyaman, sehingga mereka akan kembali berkunjung ke Bengkulu.

“Wonderful Bengkulu 2020 bukan soal menjadikan Bengkulu ada jalan layang atau hotel berbintang, tapi momentum Wonderful Bengkulu 2020 adalah memastikan masyarakat sadar wisata itu yang kita harapkan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan SH MM mengatakan, ada lima kunci yang dapat memajukan pariwisata di Provinsi Bengkulu, pertama pemerintah, kedua masyarakat, ketiga akademisi, keempat pelaku usaha, dan kelima media.

Ketika lima kunci tersebut bersatu maka industri pariwisata di Bengkulu bisa semakin maju.  “Kalau kelima kunci ini bersatu maka pengembangan pariwisata di Bengkulu bisa berhasil, karena lima kunci itulah yang bisa memajukan pariwisata selain masyarakat harus memiliki sadar wisata,” tutupnya.(999)