Sabuk Nusantara Siap Angkut Motor dan Gas

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Walau sebelumnya PT Pelni Bengkulu sempat menolak mengangkut kendaraan roda dua dan gas LPG ke dalam Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 52 ke Pulau Enggano, akhirnya Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub memberikan surat dispensasi untuk mengangkut sepeda motor dan gas tersebut.

‘’Kita sudah menerima surat dari Dirjen Perhubungan Laut, yang memberikan dispensasi bagi kendaraan roda dua dan gas elpiji untuk diangkut menuju Pulau Enggano menggunakan KM Sabuk Nusantara 52,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkulu Utara (BU), Eka Hendriyadi MH kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (16/1).

Sebelumnya, masyarakat Enggano melakukan protes dan kecewa atas kebijakan dari pihak Pelni yang tidak memperbolehkan kendaraan roda dua dan gas diangkut ke dalam KM Sabuk Nusantara. Karena hal itu menyangkut peraturan keselamatan yang berlaku.

Namun, lantaran KM Pulo Tello sedang melakukan docking (perbaikan, red), membuat KM Sabuk Nusantara 52 menjadi satu-satunya kapal yang berlayar menuju Pulau Enggano. Padahal, sebelumnya KM Nusantara hanya untuk mengangkut penumpang dan barang yang tidak berbahaya.

‘’Memang untuk sepeda motor boleh diangkut serempak penumpang. Tapi, untuk gas LPG tetap diangkut tersendiri terpisah dari penumpang,’’ ungkapnya.

Ia menyampaikan jika diperbolehkan angkutan sepeda motor dan gas, hanya untuk sementara waktu. Artinya, ketika KM Pulo Tello selesai docking, maka dispensasin itu akan dicabut kembali.

‘’Dispensasi itu sifatnya hanya sementara waktu. Karena, hanya ada satu kapal yang berlayar ke Pulau Enggano,’’ terangnya.

Ia juga menjelaskan tidak diperbolehkannya angkutan sepeda motor dan gas elpiji, bahan bakar serta barang lain diangkut bersama-sama penumpang lantaran termasuk kategori barang berbahaya yang mudah terbakar. Tujuannya untuk menjaga keselamatan para penumpang saat berlayar.

‘’Aturan itu diberlakukan untuk menjaga keselamatan bagi para penumpang. Apalagi, kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ketika tengah berlayar,’’ tuturnya.

Ia menyebutkan agar masyarakat di Pulau Enggano dapat memahami kondisi tersebut. Apalagi, KM Pulo Tello harus melalukan docking, agar kapal dapat berlayar dengan kondisi prima.

‘’Memang jadwalnya docking, maka harus dilakukan. Daripada tetap dipaksakan, namun mengancam keselamatan,’’ pungkasnya.(816)