Sabu, 2 Pemuda Dipolisikan

IMG_2079KOTA PADANG, BE – Jajaran Polsek Kota Padang Rabu (26/12) sekitar pukul 22.30 WIB mengamankan 2 pemuda asal Kota Lubuklinggau.  Keduanya berinisial Rh (31) dan He (28) warga Kelurahan Taba Cemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur.  Mereka ditangkap di kawasan Desa Dusun Baru Kota Padang, setelah berusaha kabur menggunakan mobil.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan 2 paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang memiliki berat 0,2 gram, serta mengamankan sebuah mobil jenis Honda CRV warna hitam BG 1160 LA.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso, SH melalui Kapolsek Kota Padang Iptu Darhasan menerangkan, penangkapan terhadap kedua tersangka berawal dari kecurigaan polisi terhadap kendaraan melewati jalan lintas Kota Padang pada malam hari, dengan suara musik kendaraan yang berbunyi kencang.

“Masyarakat curiga, ada mobil membunyikan musik dengan kencang lewat di desa yang hening.  Kemudian warga melaporkan kendaraan tersebut kepada polisi yang berpatroli,” ungkap Darhasan.

Polisi dan warga kemudian mencoba menghentikan laju kendaraan, dengan tujuan untuk menanyakan tujuan kendaraan tersebut, karena cukup mencurigakan. “Saat kita coba hentikan, para pelaku malah lari, bahkan karena tidak paham jalan, pelaku sempat menemui jalan buntu Desa Lubuk Belimbing, kemudikan berputar lagi ke Desa Dusun Baru, hingga kendaraan yang dibawa pelaku terjebak di saluran air,” kata Kapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan barang bukti sabu di atas jok mobil sebelah kiri, yang diduga milik pelaku.  Hasil pemeriksaan urine, seorang pelaku Rh positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu.  Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres RL, untuk menjalani pemeriksaan intensif di Sat Narkoba Polres Rejang Lebong, atas kepemilikan sabu.
“Kita curiga barang ini rencananya akan diantar ke kawasan Kota Padang. Namun pelaku mengaku barang haram itu untuk dikonsumsi sendiri,” tegas Kapolsek.

Ditemui wartawan, He salah seorang pelaku mengaku, sengaja melarikan diri dari warga dan polisi karena menagku takut akan jadi korban penodongan.  “Kami kabur karena daerah yang kami lalu itu tidak aman, jadi takut ditodong. Kami tidak memasok sabu, sengaja ke Kota Padang untuk mengantar teman wanita kami yang tinggal di wilayah tersebut,” terang He. (999)