Sabtu Maut, 2 Tewas, 3 Terluka

BENGKULU, BE – Kecelakaan secara beruntun terjadi, kemarin (13/10) melibatkan 5 sepeda motor dan 2 truk. Kejadian ini membuat 2 warga tewas, 2 orang kritis dan 1 luka ringan. Korban tewas diketahui bernama Tozi Susanti (22), mahasiswi Fakultas Teknik Informatika (TI) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dan Gusti (31) Desa Pasar Palik Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara. Keduanya tewas setelah mengalami luka parah di kepala hingga mengeluarkan darah dari telinga, hidung dan mulut.

Sedangkan Ardiki (14) siswa SMPN 5 Seluma dan Hartanto (15) siswa SMK Darul Ulum Tais masih dirawat intensif di RS M Yunus. Nasib beruntung bagi Heri (15) siswa SMK Darul Ulum yang hanya mengalmi luka ringan.

Kecelakaan pertama dialami Gusti yang berprofesi sebagai wiraswasta sekitar pukul 07.30 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra R BD 5837 DP, ia melaju dari arah Kota Bengkulu menuju Lais dengan kecepatan tinggi. Naas saat melintasi tikungan di Desa Tebing Kandang Kecamatan Air Napal datang dari arah berlawanan mobil truk fuso Hino Nopol BA 99996 JZ bermuatan semen.

Posisi sepeda motor korban yang memakan jalan dan sempat oleng langsung disambar truk tersebut. Brakk!!! Ban depan kanan truk dihantam, motor terlindas dan masuk ke kolong truk.

Sedangkan Gusti kepalanya terhempas ke aspal. Melihat korban terkapar bersimbah darah pengemudi truk bukannya menolong malah kabur. Luka parah di kepala dan sekujur tubuhnya itu membuat korban meregang nyawa, meski telah dirujuk ke RS M Yunus dari puskesmas setempat.

“Untuk mobil dan motor sudah kita amankan di Mapolres. Korban sudah dibawa keluarga ke rumah duka. Kita juga mengimbau agar pengemudi menyerahkan diri,” terang Kapolres BU AKBP Asep Teddy Nurrasyah, S.IK melalui Kasat Lantas AKP. Purwanto Hari Subekti.
Tak lama berselang sekitar pukul 09.30 WIB kejadian serupa terjadi di Kawasan Jalan Raya Simpang Empat Betungan, Kota Bengkulu.

Korban Tozi Susanti (22) warga Desa Padang Genting Kecamatan Seluma Selatan, Seluma saat itu hendak menuju kampus II Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Lingkar Timur Kota Bengkulu.

Naasnya sepeda motor Yamaha Mio Soul warna merah bernopol BD 4524 PI yang dikendarainya bersengolan mobil truk warna hijau bernopol D 8655 XE yang dikendarai As warga Bandung. Saat itu korban motor korban oleng lantaran menghindar bangkai anjing di tengah jalan.

Stang motor korban menyenggol bagian samping kanan mobil truk bermuatan pasir. Saat terhempas ke aspal, bagian tangannya terjepit di bawah roda mobil hingga terseret sejauh sekitar 10 meter. Peristiwa ini membuat korban tewas dengan luka parah di kepala, punggung dan lengannya. Sedangkan sang sopir truk diamankan Polres Bengkulu.

Adu Kambing
Di bagian lain adu kambing antar sepeda motor terjadi di Kelurahan Napal Kecamatan Seluma. Siswa SMPN 5 Seluma Ardiki (14) dan Hartanto (15) siswa SMK Darul Ulum Tais jadi korban. Keduanya kritis, setelah motor Honda Revo Absolute nopol BD 2079 PK yang dikendarai Ardiki beradu dengan motor Yamaha Vega R Nopol BD 3271 DZ yang dikendarai Hartanto.

Kedua korban dilarikan ke RSUD Tais untuk mendapat pertolongan medis. Namun setelah beberapa saat tim medis melakukan penanganan, RSUD Tais tak sanggup merawat korban karena kondisinya sangat parah dan kritis. Hingga korban di rujuk ke RSMY Bengkulu. Kondisi Ardiki berlumur darah dan tubuhnya penuh luka memar, terutama di bagian kepala. Darah segar terus mengalir dari hidung korban Ardiki.

Karena Ardiki mengendarai motor tak memakai helm. Sedangkan kondisi Hartanto terlihat tak separah kondisi Ardiki, karena ia memakai helm saat mengendarai sepeda motor.

Peristiwa terjadi pukul 07.28 WIB. Kronologis kejadian bermula lantaran kedua siswa tersebut sama-sama ngebut untuk mengejar waktu agar tak terlambat masuk sekolah. Keduanya sama-sama terburu-buru ke sekolah, lantaran khawatir terlambat dan diberi sanksi di sekolah. Ardiki melaju dari rumahnya di Dusun Liku Tigo Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Seluma Selatan. Sedangkan Hartanto, melaju dari rumahnya di Kelurahan Bunga Mas Kecamatan

Seluma Timur ke arah lokasi sekolah di Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan. Motor menjadi tak terkendali hingga tabrakan adu kambing tak terelakkan. Brakkk, keduanya sama-sama terhempas ke aspal bersama motor masing-masing.
Lokasi tabrakan sendiri bukan pada tikungan. Tapi pada jalan yang lurusn, karena kedua motor sama-sama mengambil jalur tengah.

Laka Lagi
Sementara itu, sekejap setelah kejadian adu kambing Ardiki dan Hartanto, selang hitungan waktu detik saat warga sekitar TKP sudah berhamburan di tengah jalan untuk membantu korban, tiba-tiba seorang lagi siswa SMK Darul Ulum mengalami kecelakaan. Korbannya adalah Heri. Korban menabrak got di dekat TKP saat mengendarai sepeda motor jenis Supra X 125 tipe lama nopol BD 4364 PD.

Diduga Heri terkejut karena melihat temannya yang terkapar, lalu menoleh saat masih melaju kencang, tapi kemudian motor tak terkendaliu lalu menabrak got. Untungnya, Heri tak mengalami luka berat, hanya cedera ringan dan motor menjadi rusak ringan.

Kapolres Seluma AKBP PL Gaol SIK melalui Kasat Lantas Iptu N Adhi Wibowo dikonfirmasi, mengatakan pihaknya belum mendapat laporan kasus tersebut. “Belum ada laporannya,” katanya. (444/111/117)