Rusunawa UMB Diresmikan

Rusunawa
PEMUKULAN : Dirjend PUPR, Gubernur Provinsi Bengkulu, Walikota, Rektor UMB, pihak TNI dan Polri memukul Dol tanda peresmian pemakaian Rusunawa. (Foto ERICK/BE).

BENGKULU, BE – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) DR Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono M Sc diwakili Dirjend Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR Dr Ir Syarifuddin MEng, meresmikan pemakaian Rusunawa bagi mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

Peresmian Rusunawa yang diberi nama Gedung Siti Walidah, yang bersebelahan dengan gedung IV UMB yang sebelumnya diberi nama sang suami Siti Walidah, KH Ahmad Dahlan tersebut, diresmikan kemarin (2/5) bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Dirjend Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR Dr Ir Syarifuddin MEng dalam sambutannya menuturkan, gedung rusunawa UMB bantuan pemerintah yang dibangun diatas tanah UMB, sebenarnya sepenuhnya tidak diserahkan kepada pemerintah, tetapi justru pemerintah yang menyerahkan bangunanya kepihak UMB. Untuk itu, Syarifuddin, berharap kepada UMB (Rektor) bisa mempersiapkan administrasinya. Untuk memudahkan pemberian aset pemerintah pusat kepada UMB, sehingga total aset tanah dan bangunan menjadi milik UMB.

“Memang selama ini yang menjadi masalah kita adalah sertifikat tidak jelas, IMB juga belum jelas sehingga untuk membuat aset menjadi milik universitas menjadi terhambat,” ucapnya.

Syarifuddin berpesan, karena pembangunan Rusunawa ini menggunakan dana rakyat, maka diharapkan untuk bisa memelihara sebaik-baiknya. Karena dalampembangunanya sejak tahun 2016 dan 2017 selesai dan telah siap dihuni oleh para mahasiswi.

“Karena kita berharap agar Rusunawa ini bisa digunakan selama 50 tahunan,” ujarnya

Rusunawa sendiri bangunan yang berikan kementrian PUPR untuk Kota Bengkulu. Rusunawa ini tempat tinggal yang dibangun setinggi 4 lantai dan memiliki 96 kamar dan akan diperuntukan untuk mahasiswai sebanyak 92 unit dan dapat dihuni 2 orang mahasiswi setiap kamarnya. Rusunawa sendiri memiliki beberapa fasilitas seperti kamar permanen standar hotel, kamar mandi didalam masing-masing kamar, Tempat tidur, Lemari Pakaian dan Meja, Gratis Listrik, air, Loaundry, akses Internet dan fasilitas olahraga ringan. Sementara untuk keunggulannya sendiri, Rusunawa UMB sendiri bernuansa lingkungan yang Islami, Pembinaan Al-Islam dan Pengkaderan, Pembinan Bhasa Arab dan Inggris, Kepeminpimnan dan Kewirausahaan.

Dirjend menambahkan, perumahan menjadi masalag utama penduduk di Indonesia. Sekitar 11,4 juta masyarakat yang belum memiliki rumah dan sekitar 3 juta lebih masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni.

“Jadi dua persoalan utama menyangkut perumahan, yaitu rumah yang tidak layak huni dan masyarakat yang tidak memiliki rumah,” jelasnya.

Dengan masih adanya persolan ini, maka berkaitan dengan kemiskinan dan juga masalah sosial di lingkungan. Oleh karena itu, salah satu yang harus dihadapi untuk memberantas kemiskinan, yaitu bagaimana menyediakan perumahan yang layak.

“Jadi bukan hanya tugas pemerintah pusat saja, tetapi harus ada campur tangan atau bantuan dari pemerintah daerah,” sampaiannya

Pemerintah sangat terbatas dalam hal menyediakan perumahan, dimana saat ini diprioritaskan 550 ribu unit rumah susun, sementara setiap tahun kemampuan pemerintah ahanya sekitar 10 ribu rumah susun, berarti dalam satu tahun hanya 50 ribu yang tidak sampai 10 persen yang dilasanakan.

“Masih kurang dari seharusnya yang dibuat dan itu terus diusahakan,” ujarnya.

Selain itu, Syarifuddin berharap jika ingin mendukung program pemerintah untuk mewujudkan 1 juta rumah, maka program pemerintah selakyaknya adalah program perumahan. Hal ini dikarnakan berdasarkan data yang ada, bahwa sejak zaman dahulu masalah sandang dan pangan sudah selesai, tetapi masalah papan hingga saat ini belum terselesaikan.

“Oleh karena itu kedepan perumahan ini harus menjadi perhatian bersama,” sampaiannya.

Sementara Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti mengatakan, pembangunan rusunawa bagian untuk memutus mata rantai kemiskinan. Selain itu, untuk memberantas masyarakat yang miskin hanya bisa diputuskan dengan pendidikan.

“Biarlah orang tuanya miskin tetapi biarlah anak cucu dan keturunannya untuk mendapatkan pendidikannya,” jelasnya

Selama ini masih banyak masyarakat yang tidak mampu untuk masuk perguruan tinggi karena tidak ada dana dan tidak memiliki serta tidak memiliki sanak keluarga di Kota Bengkulu.

“Namun dengan hadirnya Rusunawa ini akan menjadi solusi bagi mereka (masyarakat yang tidak mampu) dan solusi untuk mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Dikesempatan sama Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE mengatakan, erkat arahan dari Gubernur Bengkulu, maka Rusunawa bisa dimanfaatkan mahasiswi UMB. Selain itu, Pemerintah hadir untuk memastikan bagaimana pendidikan itu berjalan sebagaimana mestinya, karena tidak mungkin pendidikan bisa berjalan tampa dukungan segala pihak.

“Salah satunya pemerintah pusat telah memberikan dorongan dengan membangun rusunawa,” sampaiannya.

Menanggapi permintaan Rektor UMB, Walikota mengatakan jika pada tahun 2018 nanti Insyaallah berdasarkan perintah dari Gubernur Bengkulu, jika tanah telah disediakan maka berat jika pemerintah Kota Bengkulu tidak membangunkan. Sehingga Walikota menyampaikan kepada Dirjen PUPR agar bisa menyampaikan kepada Mentri PUPR ucapan terimakasih telah membangun Rusunawa untuk mahasiswi UMB dan untuk Rusunawa khusus laki-laki agar Pak Dirjend tidak perlu memikirkannya.

“Tolong sampaikan kepada Pak Mentri jangan memikirkannya, karena itu urusan APBD Kota Bengkulu,” tegasnya.
Walau tidak perlu memikirkan pembangunan bagi rusunawa ke dua khusus untuk mahasiswa UMB, walikota berharap kepada pihak Mentri PUPR, agar bisa memikirkan akan pembangunan Rusunawa di Pesantren Pancasila dan Universitas Dehasen.

“Hanya saja saya minta perhatiannya pembangunan di Pesantren Pancasila dan Kampus Dehasen,” pintanya.

Rektor UMB Dr H Ahmad Dasan SH MA, mengatakan sangat bersyukur dan berterimaksih kepada semua pihak yangtelah membantu tercapainya pembangunan Rusunawa terutama kepada Gubernur, Walikota dan dari Kementrian.

“Sehingga Rusunawa ini bisa sangat berguna bagi mahasiswi UMB,” jelasnya, kemarin (2/5).

Memang untuk pembangunan Rusunawa ini tidak bisa menampung para mahasiswa, sehingga hanya diperuntukan bagi mahasiswi UMB. Untuk itu para mahasiswanya terpaksa menunggu pembangunan Rusunawa selanjutnya.

Untuk itu kami harapkan kembali dukungan dari Gubernur dan Walikota lagi.

“Karena kami meminta satu gedung lagi khusus untuk laki-laki,” ujarnya.

Untuk tempat pembangunanya telah disiapkan dengan luas lebih kurang 1 hektar dan khusus untuk pembangunan Rusunawa yang kedua. Akan tetapi kemungkinan untuk pihak kementrian belum siap dalam penganggaranya, sehingga jika ada pendanaan untuk pembangunan tetapi lahannya belum siap, bisa diarahkan untuk pembangunan di Bengkulu.

“Saya kira bapak Gubernur dan Walikota pasti setuju,” sampaiannya di depan Dirjen.

Usai peresmian, Dirjen Syarifuddin didampingi oleh Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti, Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE, Rektor UMB Dr H Ahmada Dasan SH MA, Rektor IAIN, UNIHAZ, Perwakilan UNIB serta para tamu undangan lainnya, mengecek fasilitas dan kondisi Rusunawa. Selain itu, yang hadir menyaksikan persemian Rusunawa. Mereka disambut dengan kegiatan para mahasiswa yang sedang melaksankankegiatan hafalan Alquran. Salah satu kegiatan yang memang ada di Rusunawa nantinya. (614)