Rusia vs Arab Saudi , Hidupkan Romansa Romanstev

Fifa World Cup 2018MOSKOW – Stanislav Cherchesov tahu rasanya Rusia memenangi laga Piala Dunia. Tepatnya saat dia jadi kiper cadangan Sbornaya, julukan Rusia, dalam Piala Dunia 2002. Tepatnya dalam matchday pertama Grup H Piala Dunia 2002 melawan Tunisia di Kobe Wing, Kobe. Setelah itu tak satu pun victory digapai Rusia di Piala Dunia.

Di Brasil empat tahun lalu, Rusia pun hanya mampu dua kali imbang plus sekali kalah di tiga laga fase grupnya. Nah, kembali bersama Cherchesov, Rusia kembali menghidupkan masa-masa penuh romansa bersama Oleg Romantsev, salah satu tactician terbaik dalam sejarah sepak bola Negeri Beruang Merah.

Tepatnya saat Igor Akinfeev dkk menghadapi Arab Saudi di Luzhniki Stadium, Moskow, malam nanti WIB (Siaran Langsung Trans TV pukul 22.00 WIB). Bak lifter, begitu Cherchesov mengibaratkan laga pertamanya. ”Kunci sejauh mana kami akan bertahan di turnamen ini,” kata trener 54 tahun itu, kepada RIA Novosti.

Meski, setelah memenangi laga pertama di fase grup Piala Dunia 2002, Rusia tetap tidak mampu melangkah ke fase knockout dan terhenti di peringkat ketiga. Di Brasil Rusia membuka turnamen dengan tertahan 1-1 dengan Korsel. ”Kami harus jadi diri kami sendiri, dan sampai di tahap mana kami mampu melangkah,” tambah Cherchesov.

Masalahnya, Rusia sebelum memulai kick off Piala Dunia 2018 dalam status bahaya. Tak satu pun dari tujuh laga terakhirnya mereka mencatat kemenangan. Sejak 10 Oktober cuma tiga kali negara berperingkat 70 FIFA tersebut menuai hasil imbang. Empat lainnya fans Rusia telah dibuat ketar-ketir.

Bahkan, media-media Rusia tak konfiden dengan pencapaian timnasnya sendiri. Pemain-pemain Rusia pun sampai harus menghindari media lokal yang kerap nyinyir kepada timnasnya sendiri. Begitu pula dengan Romantsev. ”Seperti menunggu pesta yang tak kunjung tiba,” klaim Romantsev, yang kali terakhir jadi konsultan Spartak Moskow pada 2012, kepada Sport.

Cherchesov? ”Kami masih berkembang, dan kami akan tunjukkan siapa kami,” sebutnya, dikutip Sports Daily. Flashback ke eranya Romantsev, sebelum bermain di Piala Dunia, tak ada satu pun dari lima laga uji coba terakhirnya menuai kemenangan. Sejak 2002 lima laga uji coba diakhiri dengan tiga imbang dan dua kali kekalahan.

Gelandang Rusia Alexandr Yerokhin mengakui dressing room Rusia under pressure. Dia menganggap, laga ini seperti mencoba melepaskan tekanan publik Rusia sebagai host saat edisi ke-21 Piala Dunia itu. ‘Kami sudah mencobanya di Piala Konfederasi, dan kini kami yakin pada tahun ini kami sudah berada dalam level terbaik,” tutur gelandag Zenit St Petersburg tersebut di dalam wawancaranya dengan Gazeta.

Dalam Piala Konfederasi 2017, turnamen mayor pertama Cherchesov, Rusia pun mentok di fase grup. Gelandang 28 tahun itu menyebut dia dan rekan setimnya marah ke dirinya sendiri dengan performa buruknya. ”Semua emosi akan kami curahkan untuk laga pertama ini. Anggap ini do or die,” tambah Yerokhin.

Rusia mumpung dapat lawan “enteng” seperti Arab Saudi. Sebab, dua pesaing lainnya di grup A lebih berat, Mesir dan Uruguay. Meski begitu, The Green Falcons tidak ingin jadi bulan-bulanan tuan rumah. ”Kami akan menunggu mereka melakukan kesalahan,” klaim gelandang di timnas Arab Saudi, Abdullah Otayf, dikutip The National. (ren)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*