Rusak Berat, Butuh Perbaikan

Bakti/Bengkulu Ekspress BECEK : Anggota DPRD Benteng yang juga merupakan warga Desa Bintang Selatan, Kecamatan Pondok Kelapa, Jamidan saat menunjukan jalan kabupaten yang dibangun tahun 2009 sudah mengalami kerusakan parah dan digenangi air, Sabtu (19/1) lalu.

BINTANG SELATAN, Bengkulu Ekspress – Akses jalan kabupaten yang melintasi Desa Bintang Selatan, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini mengalami kerusakan parah. Jalan yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Benteng pada tahun 2009 lalu ini tak lagi mulus. Bahkan, pada beberapa titik sudah tampak banyak jalan yang berlobang serta batu kerikil yang bertebaran di atas permukaan jalan.

“Silahkan lihat sendiri, jalan kabupaten di Desa Bintang Selatan memang sudah banyak mengalami kerusakan,” ungkap salah seorang warga setempat, Jamidan yang juga Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu tengah.

Dikatakan Jamidan, perbaikan jalan memang sudah pernah dilakukan pada tahun 2016 lalu, yakni degan menggunakan teknik tambal sulam pada jalan aspal lapisan penetrasi (Lapen) tersebut. “Tambal sulam yang dilakukan hanya bertahan sementara waktu. Dalam hitungan bulan, jalan kembali rusak,” bebernya. Padahal, kata Jamidan, ruas jalan tersebut merupakan salah satu andalan bagi masyakarat setempat untuk mengeluarkan hasil perkebunan dan pertanian. Seperti pertanian karet serta tandan buah segara (TBS) sawit yang berada di Desa Bintang Selatan.

“Kerusakan jalan sangat berdampak bagi masyarakat. Para pengepul atau biasa disebut toke sengaja membeli hasil pertanian lebih rendah dibandingkan harga pasaran dengan alasan akses jalan yang kurang bagus,” aku Jamidan.

Dari hasil koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Benteng dan anggota Komisi III yang membidangi infrastruktur, lanjutnya, ruas jalan kabupaten di Desa Bintang Selatan akan mengalami peningkatan status. “Informasinya, jalan di desa kami akan ditingkatkan menjadi hotmix. Meski demikian, kami belum mendapat kepastian mengenai informasi tersebut,” demikian Jamidan.(135)