Rupiah Melemah, Pasar Modal Masih Optimis

Foto Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu Bayu Saputra

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah, hampir menembus angka Rp 15 ribu. Kondisi pasar modal saat ini masih optimis. Itu dibuktikan, dengan masih bergeraknya arus dana masuk ke pasar modal.

Kepala PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu Bayu Saputra kepada bengkuluekspress.com, Kamis (6/9/2018), menuturkan, “Lima hari berturut-turut lalu IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) terkoreksi sejak awal bulan ini. Alhamdulillah hari ini rebound (naik) 1.63%. Investor di pasar modal Indonesia ternyata masih optimis ditengah terpaan dollar yang menguat. Mudah-mudahan tetap hijau besok, amin, ” terang Bayu kepada Bengkuluekspress.com Kamis (6/9/2018).

Bayu menjelaskan, wajar IHSG turun 5 hari berturut lalu, bisa dibilang banyak perusahaan yang melakukan impor, seperti perusahaan properti, perdagangan, kimia dan alat berat misalnya, naiknya rupiah berakibat pada cost mereka yang meningkat. Cost yang meningkat ini nanti berimbas pada turunnya performa fundamental perusahaan.

Investor asing juga ikut-ikutan jual saham mereka sehingga menambah turunnya IHSG dari 6000-an pada akhir bulan lalu menjadi 5.700 pada hari ini. Investor di Indonesia pada umumnya memilih membeli saham yang defensive, saham seperti di sektor consumer goods misalnya.

“Pada kondisi seperti saat ini, Kalau bilang aman sih, saya nggak bilang aman. Yah dalam artian tidak akan turun lagi IHSG ini,” tukasnya.

Meski begitu, kinerja IHSG saat ini jauh lebih baik dibandingkan krisis 1998. Saat itu depresiasi rupiah tembus 124%, sedangkan tahun ini cuma terdepresiasi 9 persenan saja. Emiten di Indonesia juga punya strategi hedging kurs rupiah ini. Tidak seperti tahun 1998, yang sebagian besar tidak tahu hedging kurs sehingg anjlok habis-habisan. Pada 1998 sampai BEJ (Bursa Efek Jakarta) ditutup pada saat itu, karena pasar modal sekarat. (HBN)