Rumitnya PPDB Sistem Zonasi

RIO/Bengkulu Ekspress LAPOR: Para calon siswa SMA bersama orang tua/wali mendatangi Kantor Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu untuk melaporkan proses pendaftaran PPBD sistem zonasi yang mengalami kendala diantaranya tidak sesuainya radius zonasi yang diperoleh setelah mendaftar PPDB secara online, Kamis (4/7)

Jaringan Down Hingga  Radius Zonasi Tak Sesuai

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Banyaknya orang tua murid dan calon siswa mengeluhkan rumitnya sistem Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di provinsi Bengkulu, yang baru dibuka Kamis (4/7). Sejumlah kendala membuat pelaksanaan PPDB tak berjalan mulus. Kendala tersebut antara lain minimnya informasi sehingga pendaftar kebingungan, jaringan down hingga tidak sesuainya jarak radius zonasi.

Ratusan walimurid dan calon siswa mendatangi dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Bengkulu. Pukul 08.00 wib tak ayal kantor tersebut ramai calon pendaftar SMA. Mereka ini memenuhi selasar Balai Tekkom Disdikbud. Didepan ruangan Tekkom tersebut merupakan lokasi yang digunakan panitia PPDB Disdikbud untuk menerima berbagai pengaduan yang dialami para calon siswa.

Mayoritas calon peserta mengadu ketidaksesuaian pengukuran radius dari rumah ke sekolah yang dituju. “Rumah saya hanya berjarak sekitar 500 meter dari SMAN 8 Kota Bengkulu, tapi disitu alamat saya ditemukan di negara Malaysia, ini kok aneh, ” jelas Indah.

Ia menilai ada kejanggalan dalam proses penentuan jalur zonasi, selain itu kurangnya sosialisasi menyebabkan informasi PPDB tidak sampai dimasyarakat. Hal serupa dialami Athar, ia mengaku telah mendaftarkan anaknya dan memasukkan alamat lengkap yang diminta. Saat ter enter justru alamat rumahnya berubah berada di kawasan Jakarta.

Untuk itu ia mengurus kesalahan itu dan datang ke Disdikbud, dan mengantre bersama para calon peserta lainnya. Athar juga kendala sistem dan ketidaktahuan masyarakat terjadi karena pemerintah bisa dibilang tidak siap dan tidak memberikan edukasi atau sosialisasi pada masyarakat.

Kendala lainnya adalah sejumlah siswa yang melakukan online mandiri datang ke sekolah mengeluh tidak bisa mengakses laman pendaftaran dan tidak bisa mencetak kartu tanda bukti pendaftaran. Suci warga Selebar menuturkan anaknya telah mendaftar melalui android ke SMAN 5 Kota Bengkulu, terpaksa ia mendatangi Dinas Disdikbud provinsi Bengkulu, karena tidak bisa melakukan print bukti pendaftaran. “Anak saya sudah daftar, tidak ada perintah print, sehingga kami tidak punya bukti pendaftaran, dan kerap log out” katanya.

Kondisi itu membuat ia panik, dan kemudian datang ke Disdikbud. Terkait kendala tersebut, Kepala Bidang Pendidikan SMA Zahirman Aidi MTPd saat dikonfirmasi menegaskan tak menampik adanya kendala tersebut. Namun hal itu sudah teratasi.

Tidak sesuainya radius jarak zonasi yang dialami sejumlah siswa hingga menyasar hingga provinsi bahkan ke negara lain, dikarenakan kurang lengkapnya data yang dimasukkan dalam sistem. Sehingga saat dibaca menggunakan google map maka mengarah ketempat yang berbeda. “Kesalahan anak diduga tidak mengimput alamat tempat tinggal secara lengkap,” katanya.

Zahirman mengakui kendala-kendala yang dialami masyarakat membuat para calon peserta berdatangan ke Disdikbud. Hal ini wajar dialami karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap alur PPDB. Namun ia berjanji akan memberikan layanan terbaik. Panitia PPDB tingkat sekolah diminta untuk memberikan layanan sekaligus membantu calon siswa mendaftar secara online.

Calon siswa dapat membawa berkas dan bukti pendaftaran online untuk selanjutnya diverifikasi. Ramainya Disdikbud tidak hanya calon siswa yang komplain jarak zonasi, juga diramaikan para lulusan tahun 2017/2018 dan lulusan paket B untuk mengambil pasword. Sehingga identitas calon peserta dapat dientri dalam sistem selanjutnya bisa mendapat pasword dan mendaftar secara online. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*