Rumah Singgah Al-Ma’un Bengkulu untuk Anak Jalanan Kembali Dibuka

SATRIAWIBOWO/BE – Rumah singgah Al-Ma’un untuk anak jalanan Kota Bengkulu Kembali dibuka, Jumat (11/9).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Setelah ditutup sejak Juli 2020 lalu akibat wabah Covid-19, rumah singgah Al-Ma’un khusus anak jalanan yang berada di Jalan S Parman No 20, Penurunan, Ratu Samban, Kota Bengkulu, kembali dibuka 11 September lalu.

Menurut tenaga pengajar rumah singgah Al-ma’un, Cindy Wiranti (21), alasan kembali dibukanya rumah singgah ini, karena kini dinyatakan sudah memasuki kondisi new normal. Kini anak-anak jalanan dapat bermain dan belajar kembali di rumah singgah tersebut.

SATRIAWIBOWO/BE – Kegiatan belajar mengaji anak-anak jalanan di rumah singgah Al-ma’un Kota Bengkulu.

“Dengan berbagai pertimbangan kondisi, rumah singgah Al-Ma’un kembali dibuka pada hari Jum’at (11/9) kemarin,” ucap Cindy Wiranti saat dikonfirmasi oleh BE, Selasa (15/9).

Untuk saat ini terdapat 35 nama anak yang masih aktif dan tercatat di rumah singgah tersebut. Pengurus mengaku antusias anak-anak dari setiap kalangan umur yang berbeda ini cukup tinggi.

Nurul Auliya (13), salah satu anak didik dari rumah singgah Al-Ma’un mengaku senang bisa bermain dan belajar disana.

“Seru, banyak teman-teman. Guru-gurunya juga baik dan perduli sekali,” ucap Nurul saat diwawancarai BE.

SATRIAWIBOWO/BE – Kegiatan belajar musik di rumah singgah Al-ma’un yang dibimbing oleh guru pendamping anak jalanan.

Anak-anak jalanan tersebut merasa memiliki rumah ke dua yang bisa mereka singgahi ditengah-tengah waktu saat mereka beraksi di jalanan. Dengan adanya kesibukan di rumah singgah ini, anak anak jalanan yang biasanya berada di jalan selama 9 jam, bisa teralihkan waktunya  menjadi 5-6 jam saja.

“Salah satu fungsi dari adanya rumah singgah ini adalah untuk mengurangi waktu mereka di jalanan dan mengalihkannya kepada kegiatan yang lebih bermanfaat,” tambah Cindy.

Di rumah singgah yang telah berdiri sejak tahun 2016 tersebut, anak anak diberikan pendidikan tambahan seperti  pendidikan spiritual, bahasa serta keterampilan dan kewirausahaan. Untuk  jadwal pendidikan spiritual, anak-anak akan diajarkan sholat, mengaji, hafalan hadist dan penanaman nilai agama lainnya.

SATRIAWIBOWO/BE – Kegiatan belajar musik di rumah singgah Al-ma’un yang dibimbing oleh guru pendamping SATRIAWIBOWO/BE – kegiatan kajian yang diikuti oleh ibu-ibu dari anak-anak jalanan yang berada di rumah singgah Al-Ma’un.

Untuk pendidikan bahasa, mereka akan belajar bahasa Arab, Inggris, Indonesia dan hal lainnya seperti berpidato, mendongeng, membuat cerpen dan puisi. Sedangkan untuk kewirausahaan, anak-anak akan diajarkan seputar tentang memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Tak hanya untuk anak-anak jalanan saja, rumah singgah ini juga memberi kesempatan bagi setiap ibu dari anak-anak jalanan tersebut untuk dapat  ikut belajar melalui kajian-kajian khusus yang siapkan oleh pengurus rumah singgah tersebut.

Bagi yang ingin berkunjung dan melihat langsung kegiatan anak-anak jalanan di rumah singgah Al-Ma’un, dapat datang ke Jalan S Parman No.20, Kel. Penurunan, Kec. Ratu Samban, Kota Bengkulu. Rumah singgah ini juga menerima bantuan donasi. Bagi yang ingin berkontribusi mendukung pembelajaran anak-anak jalanan di rumah singgah Al-Ma’un Bengkulu dapat menghubungi no telp: 0852 0089 1155 atau Email: rsinggahalmaun@gmail.com.(mg5)