Rumah Sakit Bergerak Mubazir

BENGKULU, BE – Keberadaan sebuah Rumah Sakit Bergerak di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dinilai sejumlah tokoh masyarakat di daerah itu mubazir. Sebab warga setempat belum merasakan jasa pelayanan kesehatan.

Kepala Suku warga Ka’mai Miskat (57) yang berdomisili di Desa Kaana Pulau Enggano menyayangkan sarana kesehatan berupa rumah sakit lapangan (RS Bergerak) berlokasi di Desa Malakoni yang diketahui memiliki perlengkapan cukup memadai namun kinerja belum maksimal dalam pelayanan publik. Menurutnya sejumlah petugas jaga maupun medis di rumah sakit tersebut sering tidak berada ditempat sehingga tidak sedikit masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan kecewa karena tidak ditemukannya petugas. “Rumah Sakit Gerak itu banyak kosong tidak terdapat petugas baik tenaga dokter, perawat maupun penjaga, tapi pada saat ini diyakini kondisi rumah sakit itu baik dan akan ditemukannya petugas karena mengetahui adanya kunjungan media massa dari Kota Bengkulu,” ujarnya. Hal senada disampaikan Suryati (45) salah seorang warga di Desa Malakoni bahkan ia mengatakan sejak berdirinya tiga tahun lalu rumah sakit warga setempat belum merasakan adanya jasa pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat di pulau yang berpenduduk 2.890 jiwa. “Demikian itu disebabkan banyak karyawan yang tidak berada ditempat untuk melaksanakan tugas juga lokasi rumah sakit tersebut jauh dari jangkauan penduduk yang lokasinya diluar wilayah pemukiman,” ujarnya. Selain itu Kepala Desa Kaana Suyitno (47) menambahkan akibat kurang optimalnya pelayanan rumah sakit tersebut mengakibatkan masyarakat yang memerlukan pelayanan medis terpaksa harus ke Puskesmas yang ada, bahkan kerap warga dipulau tersebut harus mendapat perawatan di Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu. Dia mengatakan agar manajemen rumah sakit lapangan tersebut dapat meningkatkan kinerja terutama memperbanyak waktu berada ditempat kerja sehingga masyarakat akan terbiasa adanya petugas dan akan mendapat pelayanan.

Sementara itu Kepala SubBagian Tata Usaha Rumah Sakit Bergerak (Lapangan) Enggano Redi Heloman menyampaikan, bahwa rumah sakit itu berdiri sejak 2009 dan telah melayani masyarakat pengguna jasa baik rawat inap maupun jalan dengan baik. Dia mengatakan bahwa rumah sakit lapangan yang berlokasi di Desa Malakoni itu dapat melayani masyarakat semala 24 jam sebab terdapat sejumlah petugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Yang dilakukan selama ini banyak pada pelayanan kesehatan dasar, dan bagi pasien akut akan diberi rujuan untuk mendapat pelayanan di Bengkulu,” ujarnya. Mengenai kurang maksimalnya pelayanan kepada masyarakat di daerah itu ia mengatakan hal itu disebabkan kurangnya sarana penerangan yang ada di rumah sakit iru. Sehingga untuk mengoperasikan sarana yang ada cukup terkendala juga dengan penerangan itu, katanya. “ Kita selama ini menggunakan generator set (genset) namun saat ini dalam kondisi rusak sehingga menggunakan ukuran kecil, yang dapat mengakibatkan kurang maksimalnya kinerja manajemen rumah sakit ini,” ujar Redi. Ia membantah sejumlah karyawan yang ada tidak melaksanakan tugas di rumah sakit tersebut karena sejumlah petugas yang rata-rata ada berdomisili di pulau itu dan jumlanyapun tidak tergolong minim sebab terdapat 23 orang petugas antaralain tenaga dokter, perawat, katanya. “Tidak ditemukannya dokter di rumah sakit saat itu, ia mengatakan bahwa dokter yang bertugas sedang mengikuti pelatihan di Ibukota Kabupaten Bengkulu Utara sejak beberapa hari lalu,” katanya. (100)