Rumah Petani Terbakar

4
IST/Bengkulu Ekspress
TERBAKAR; Bagian belakang rumah petani di Desa Suka Maju, Air Nipis ini terbakar, nampak warga bersama polisi bersama-sama memadamkannya, Selasa (2/10).

AIR NIPIS, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Suka Maju, Air Nipis, kemarin siang (2/10), dikejutkan dengan terbakarnya rumah Yetman (55). Beruntung saat itu korban sekeluarga sedang tidak ada di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa. Hanya saja, kamar bagian belakang dan juga gudang tempat penyimpanan peralatan rumah tangga di rumah korban hangus terbakar. Hingga korban mengalami kerugianr sekitar Rp 7 juta. Erwin (36) tetangga korban menuturkan, rumah korban terbakar, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (2/10). Hal itu diketahui saksi saat dirinya melintas depan rumah korban. Saksi melihat ada kepulan asap dari belakang rumah korban.

“Saat itu saya lewat, tiba-tiba ada asap ngepul dari belakang rumah warga, saya langsung beritahu warga lainnya dan kami langsung beramai-ramai memadamkan api,” ujarnya.

Erwin lalu memberitahu warga sekitar dan juga pemerintahan desa setempat. Dalam waktu cepat warga ramai berdatangan. Mereka langsung membantu berupaya memadamkan api secara gotong royong dengan peralatan seadanya. Sekitar pukul 12.30 WIb api berhasil dipadamkan. Beruntung saat itu warga ramai, sehingga api hanya membakar kamar belakang dan gudang peralatan memasak. Sedangkan bangunan utama selamat dari kobaran api.



Kapolres Bengkulu Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Seginim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Thabroni SH, membenarkan adanya rumah warga yang terbakar tersebut. Thabroni mengatakan dari informasi yang didapat, diduga api berasal dari bekas kayu bakar yang digunakan korban untuk membakar ikan. Sebelumnya, korban membakar ikan menggunakan kayu bakar di tungku di bagian belakang rumah korban. Setelah selesai membakar ikan, bara api masih hidup. Sementaram korban bersama istri dan anaknya berangkat ke Kota Manna dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu korban hendak membeli keperluan rumah tangga.

“Semoga menjadi perhatian bagi warga lain, agar sebelum meninggalkan rumah pastikan dahulu tidak ada lagi sisa api,” ujar Thabroni. (369)