Rumah Korban Gantung Diri Dibangun, Anaknya Disekolahkan

Kapolres
Kapolres Kota Manna bersama anggota Polres Bengkulu dibantu senkom dan warga bergotong-royong membangun rumah milik milik almarhum Muhammad Taip (53) dan Suryati (42) yang berada di RW 1, RT 16, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Minggu (26/2). (Foto RIZKY/BE).

BENGKULU, BE – Yayasan Polres Bengkulu kembali memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Kali ini yayasan tersebut membangun rumah milik almarhum Muhammad Taip (53) dan Suryati (42) yang berada di RW 1, RT 16, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Minggu (26/2).

Muhammad Taip merupakan korban gantung diri yang ditemukan meninggal Kamis (9/2) lalu. Alasan Yayasan Polres Bengkulu membangun rumah milik almarhum Muhammad Taip karena kondisi amat memprihatinkan. Dinding terbuat dari triplek dan terpal, lantai masih tanah, atap dari seng yang sudah usang, bahkan rangka rumah yang terbuat dari kayu sudah terlihat lapuk.

Ditambah lagi sepeninggalan Muhammad Taip, anaknya yang berjumlah 7 orang, rata-rata masih kecil hanya diurus isterinya, Suryati.

“Anaknya ada 7 orang, masih kecil-kecil, bahkan ada yang umur 2 tahun. Selama pembangunan rumah berlangsung, anak dan ibunya kita titipkan di Yayasan Harapan Citra,” jelas Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK, kemarin (26/2).

Masih dikatakan Kapolres, rumah milik almarhum Muhammad Taip merupakan rumah ke-8 yang dibangun Yayasan Polres Bengkulu. Dari mana sumber dananya, Kapolres mengatakan sangat banyak donasi dari masyarakat, baik itu berupa uang, material dan tenaga. Selain membangun total rumah milik almarhum Muhammad Taip, Yayasan Polres Bengkulu juga akan menyekolahkan 4 orang anak almarhum Muhammad Taip.

Isteri almarhum, diusahakan akan diberikan pekerjaan yang layak. Karena jika mengandalkan ekonomi melanjutkan usaha almarhum yang berjualan Batagor akan sangat susah.

“Empat orang anak almarhum yang masih kecil-kecil diletakkan di Yayasan Harapan Citra, disana mereka bisa hidup layak dan bisa sekolah. Nanti juga kita usahakan, ibunya bisa kerja di yayasan. Karena tidak mungkin jika ingin melanjutkan usaha suaminya yang jualan Batagor dorong gerobak,” imbuh Kapolres.

Salah satu anak almarhum, Taufiq, sangat mengapresiasi bantuan yang didapat keluarganya. Dia hanya bisa mengcupakan terima kasih kepada Yayasan Polres Bengkulu.

“Terima kasih kepada yayasan, terima kasih kepada pak polisi dan donatur, siapa saja yang sudah bekerja membantu keluarga saya,” jelas Taufiq yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga masjid tidak jauh dari rumahnya.

Hal senada dikatakan, Suherman adik dari isteri almarhum. Dia tidak mengira ternyata banyak sekali yang memperhatikan keluarga kakaknya. Dia berharap, kepada semua pihak yang sudah membantu bisa dibalas jasanya suatu saat nanti. Karena jika hanya mengucapkan terima kasih saja, tidak akan cukup. “Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada yayasan dan semua pihak yang sudah terlibat,” jelasnya.

Bedah rumah ini melibatkan sekitar 40 anggota Polres Bengkulu dibantu Polsek Kampung Melayu dan Senkom. Sama sekali tidak ada unsur paksaan untuk anggota bekerja membangun rumah ini. Kapolres hanya menghimbau bagi anggota yang tidak ada kesibukan diharapkan bisa membantu pembangunan rumah.

“Tidak ada paksaan dari saya untuk anggota yang bekerja disini. Ada sekitar 40 orang yang turut serta, ditambah dari Senkom dan masyarakat,” ujar Kapolres.

Karena kondisi rumah almarhum Muhammad Taip sangat memprihatinkan, pembangunan dibutuhkan waktu 3 hari. Tahap pertama pembangunan, anggota membuat pondasi kemudian tembok setelah sebelumnya membongkar seluruh dinding. Jika sudah selesai rumah milik almarhum akan menjadi permanen tipe 36.(167)