Rumah Janda Anak 1 Digeledah

RATU SAMBAN, BE – Warga Jalan Sulawesi RT 6 RW 1 Kelurahan Pengantungan Kecamatan Ratu Samban kemarin siang memadati ruas Jalan di depan kantor Lurah Pengantungan. Mereka penasaran ingin menyaksikan penggeledahan salah satu rumah milik warga setempat, De (45). Rumah milik janda beranak 1 itu digeledah oleh polisi Sat I Narkoba Polda Bengkulu. Penggeledahan itu terkait janda sang pemilik rumah itu diduga memakai narkoba jenis sabu-sabu. Pengeledahan itu berjalan cukup lama, yakni dari pukul 13.30 hingga pukul 16.15 WIB. Dalam pengeledahan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 3 paket barang yang diduga sabu, 1 bong alat penghisap dan 3 unit handphone milik janda tersebut. Puluhan warga tampak rela menunggu lama di depan rumah tersebut. Mereka ingin mengetahui langsung apa yang dilakukan polisi dalam rumah itu. Setelah pengeledahan, De dan barang bukti langsung digelandang ke Mapolda Bengkulu. Ketua RT 8 yang ikut dalam pengeledahan, Suparmin mengatakan, polisi mengeledah semua bagian dalam rumah De, seperti kamar tidur, ruang makan, kamar mandi, dapur dan raung tamu. “Barang bukti seperti 3 paket yang diduga shabu didapatkan di dalam kamar tidur. Sedangkan alat penghisap didapat di kamar mandi dan 3 unit handphone di dapat di ruang makan.” terang Suparmin. Suparmin menjelaskan, rumah tersebut milik H Matduri yang tak lain orang tua De. Setelah orangtuanya meninggal beberapa tahun lalu, De tinggal dirumah tersebut hanya seorang diri. Sedangkan anaknya dititipkan sama keluarganya di Lingkar Barat. “Selama ini dia tinggal di rumah itu hanya sendiri, rumahnya selalu tertutup seolah-olah tidak berpenghuni,” kata Suparmin.┬áSuparmin tak begitu kenal dengan De, meskipun De telah lama tinggal di lingkungan tersebut. Karena rumah tersebut selalu tertutup, bahkan pintu pagarnya pun selalu dikunci. “Menurut keterangan warga setempat, rumah De selalu terkunci, kemudian pada malam hari terlihat beberapa kendaraan yang masuk kedalam rumah tersebut. Sementara warga juga tidak tahu apa yang dilakukan De bersama teman-temannya,” ujar Suparmin.Hal serupa juga disampaikan warga setempat, Ujang (50). Dia mengatakan, sejak rumah tersebut telah dipasang merek ingin dijual sekitar 5 tahun yang lalu, keadaan rumah tersebut selalu tertutup. Bahkan dia sempat mengira rumah itu telah kosong. “Beberapa waktu lalu, kami sempat mengira rumah itu kosong. Namun, ketika malam hari lampunya hidup dan ada terdengar suara dari dalamnya,” terangnya. Dia juga mengaku, sering melihat teman-teman De datang kerumah tersebut pada malam hari. Namun dia tidak menghiraukan hal itu. Karena menganggap tamu yang datang hanya teman biasa De. Saat digelendang dari rumahnya De dikawal ketat anggota polisi dan langsung masuk kedalam mobil menuju ke Mapolda Bengkulu. Sementara itu, Kasat I Narkoba Polda Bengkulu, Kombes Pol M Buditono membenarkan adanya penangkapan tersebut, saat ini pihaknya melakukan pengembangan dan meminta keterangan De terhadap dugaan keterlibatan orang lain. (cw1)