Ruko Ludes, Ayah dan Anak Terbakar

SELEBAR, BE – Kebakaran hebat kembali terjadi. Ruko milik Ketua RT 17 Kelurahan Sukarami, Jumrah Taha (57), pada (Rabu 14/11) lalu, sekitar pukul 10.00 ludes terbakar. Bahkan pemilik Ruko Jumrah dan Putranya Yogi ikut disambar api. Hingga menderita luka bakar ditubuhnya.

Terbakarnya ruko ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik di bagian depan. Sebelum kejadian, Jumrah Taha, beserta anaknya Yogi (12), seperta biasa menjalankan aktivitas sehari-hari. Dimana setiap harinya, ia memindahkan bensin dirak untuk dijual. Namun tiba-tiba setelah berulang kali memindahkan bensin, sambungan listrik yang korslet itu menyambar tumpukan bensin didalam rumah.
Percikan api yang awalnya kecil terus membesar hingga akhirnya membakar Ruko dan rumah tersebut.

Jumrah beserta sang putra berupaya untuk menyelamatkan barang miliknya. Namun upaya tersebut tidak berhasil sama sekali. Naasnya saat  kejadian, ayah dan anak ini, masih membawa bensin. Sehingga tubuh mereka pun sempat disambar api. Hingga korban harus dilarikan dan dirawat di RSUD M Yunus.

“Dak bisa nyelamatkan apo-apo lagi. Asal api juga dak tahu pasti, karna kami lagi mindahkan bensin,” ungkap Jumrah Taha saat diwawancarai BE.

Sambaran api itu membakar tangan, kaki dan muka Jumrah taha. Sedangkan Yogi mengalami luka bakar pada tangannya.
Yogi justru mengetahui kronologis kejadian itu lebih detil. Menurutnya kebakaran itu berasal dari dalam rumah. “Korslet listrik, api dari atas terus nyambar ke bawah kenai bensin. Dagangan habis galo, termasuk manisan,” ucap Yogi.

Api yang terus berkobar, membakar habis rumah milik korban, termasuk barang berharga di rumah itu. Api nyaris saja membakar rumah warga lainnya. Namun warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung membantu memadamkan api. Petugas PBK (Pemadam Bahaya Kebakaran) juga langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) memadamkan api.

Saat tim PBK menuju lokasi sedikit mengalami kesulitan, bahkan salah satu armada PBK bertabrakan dengan truk pengangkut sawit. Akibatnya jalan menuju TKP menjadi macet hingga 2 KM. Karena warga sekitar terus memadati jalan menuju lokasi. Setidaknya 8 unit mobil PBK diterjunkan. Sekitar 1 jam kemudian barulah api dapat dipadamkan. (160)