Ruangan Belajar SMPN 1 Memprihatinkan

Ruang Belajar SMP Negeri 1 Kepahiang
Ist/Bengkulu Ekspress
RUSAK: Kondisi salah satu ruangan belajar kelas siswa-siswi SMP Negeri 1 Kepahiang yang mengalami kerusakan di bagian plafon, jendela hingga lantai.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress– Kondisi ruang belajar siswa di SMP Negeri 1 Kepahiang sangat memprihatinkan. Karena mengalami kerusakan di bagian jendela, keramik lantai, meja dan kursi belajar. Keadaan tersebut membuat orang tua siswa prihatin dengan kondisi belajar anak-anak dalam mengikuti proses belajar mengajar setiap harinya. Sebab siswa-siswa akan merasa tidak nyaman.

“Saat saya terima rapor anak saya, di ruangan belajarnya saya lihat itu jendela sudah tidak ada, meja sudah rusak dan keramik sudah banyak yang copot. Saya pikir bagaimana siswa belajar dengan ruangan seperti ini,” ungkap M (38), seorang ortu siswa sembari meminta namanya untuk tidak disebutkan.

Anak M merupakan siswi Kelas VII G yang baru saja naik ke kelas IIX SMP Negeri 1 Kepahiang. Dimana sebelumnya ruangan rusak tersebut merupakan kelas belajarnya selama di kelas VII. “Kalau sekarang belum tahu anak saya masuk lokal mana, kalau kelas dua (VII) kemarin di ruang itu, katanya mereka belajar,” tutur M.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Kepahiang, Sapuandi MPd tak menampiknya jika kondisi ruangan belajar di sekolah yang dipimpinnya ada yang rusak. Bahkan jumlahnya diakui mencapai 12 ruangan, hingga tak salah jika ada orang tua yang prihatikan dengan keadaan ruang belajar tersebut.

“Banyak yang rusak itu, yang parah dua tingkat dibangun di era bu Erni dulu, mau diganti kaca tidak bisa kayunya sudah rusak,” kata Sapuandi.

Kepsek bahkan berselorok jika ada ortu siswa yang protes dengan kondisi gedung sekolah rusak itu, maka ortu siswa tersebutlah yang harusnya melakukan perbaikan. Karena jika mengharuskan sekolah melaksanakan perbaikan, sekolah tak memiliki dana.  “Ortunya itu siapa, kalau ada ortu yang protes maka suruh orang tua siswa itulah yang memperbaiki,” ucapnya.

Ia mengatakan, jika kondisi kerusakan bangunan ruang belajar terjadi digedung dua lain bangunan pertama, jendala mengalami kerusakan karena kayu kusen yang jelek. Hingga tidak bisa diganti kacanya, sebab kayunya sudah kropos.

“Secara keseluruhan kita memiliki 29 ruangan dari target 30 lokal yang direncanakan. Tahun ini akan kita bangun satu lokal lagi,” tutur Sapuandi. (320)