RS Charitas Bantah Cemari Lingkungan

Lokasi kolam pembuangan limbah RS Hana Charitas.

ARGA MAKMUR, BE – Terkait pemberitaan Rumah Sakit (RS) Hana Charitas Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mendapat raport hitam dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) berkenaan dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), pihak RS Hana Charitas menanggapi dengan hati dingin.
Diungkapkan Direktur RS Hana Charitas, dr Antonius Julianto Prabowo, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (2/12), bukan berarti mendapat rapot hitam dari Kementrian lantaran RS Hana Charitas mencemari lingkungan.

Raport hitam yang didapat RS Hana Charitas merupakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dari Kementerian. Tujuan penilaian yang dilakukan Proper ialah untuk membimbing dan membina suatu instansi atau perusahaan agar memenuhi standart minimal perusahaan yang ditetapkan KLH.
Julianto mengklarifikasi bahwa yang dipermasalahkan Proper ialah proses administrasi rumah sakit, bukan mengenai dampak lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu pengolahan limbah P3K serta penanganan limbah cair juga menjadi perhatian dari Proper.

“Raport hitam bukan berarti mencemari lingkungan, kita akui rumah sakit hana charitas memang mendapat raport hitam. Oleh karena itu Proper memberi rekomendasi perbaikan administrasi, pengolahan limbah P3K serta limbah cair. Setiap 6 bulan sekali mereka akan melakukan pemantauan dan penilaian, sudah diperbaiki atau belum. RS Hana Cahritas merupakan instansi yang masih baru sehingga masih perlu perbaikan diberbagai lini,” jelas Julianto yang baru saja menggantikan dr Bustoni direktur RS Hana Charitas sebelumnya.
Jika berbicara limbah, khusus untuk limbah cair, Julianto meyakini limbah cair rumah sakit tidak sampai tumpah keluar mencemari lingkungan. Limbah RS Hana Charitas cinderung kering, karena saat ini RS Hana Charitas tidak melayani bedah, karena tidak ada dokter spesialis. Untuk limbah P3K, bulan Januari nanti akan dibuat, bekerja sama dengan pihak ke-3.

“Untuk limbah cair saya pastikan tidak mencemari lingkungan, meski demikian perlu diperbaiki pola pembuangannya. Yang fokus menjadi perhatian kami ialah penanganan limbah P3K yang merupakan limbah paling berbahaya, kita terus berbenah menangani limbah P3K, bulan Januari 2016 nanti akan kita dirikan bekerja sama dengan pihak ke-3. Bukan hanya masalah limbah, administrasi juga menjadi perhatian kami untuk terus diperbaiki dan ditingkatkan,” imbuh Julianto.
Sementara itu, berkaitan dengan statement Sekda BU, Drs Said Idrus Albar yang akan memanggil pihak rumah sakit untuk duduk bersama membahas permasalahan, Julianto menyanggupinya.

“Kami menyanggupi untuk duduk bersama membahas permasalahan yang ada. Akan kita katakan secara terbuka,” tegas Julianto mengakhiri pembicaraannya.
Pantauan BE, kolam pembungan limbah RS Hana Charitas berjarak sekitar 80 sampai 100 meter dari rumah sakit. Limbah berwarna hijau, berbusa dan mengeluarkan aroma kurang enak tersebut tertampung dengan baik di kolam limbah, tidak tumpah atau keluar mencemari sungai kecil yang ada disamping kolam limbah. Kondisi kolam sendiri terlihat kurang perhatian, teralis besi untuk menutupi kolam dibiarkan terbuka.(167)