RRI dan Iconomics Research Berikan Penghargaan untuk 41 BUMN terbaik

Jakarta, bengkuluekspress – RRI dan Iconomics Research memberikan apresiasi kepada 41 perusahaan BUMN yang sudah menjalankan dengan baik fungsi dan perannya, baik sebagai perwakilan negara di sektor bisnis maupun sebagai korporasi yang mencari keuntungan. Apresiasi bertajuk “RRI BUMN Award 2019” ini diberikan dengan mempertimbangkan empat kategori, pertama kategori market domination yaitu penghargaan kepada BUMN yang berhasil menjadi market leader di tengah persaingan yang ketat di industri yang menjadi core bisnisnya.

Alex Mulya, Director of Iconomics Research menyebutkan, sudah banyak bukti betapa besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang kini sedang digalakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah salah satu contoh nyata. Tanpa sinerigi BUMN, infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi tak akan dibangun dengan cepat.

“Tetapi, BUMN juga adalah sebuah korporasi yang secara alamiah berdiri dengan tujuan mencari profit atau keuntungan. Dalam upaya mencari profit ini, BUMN bersaing sekaligus bersinergi dengan sesama BUMN. BUMN juga bersaing dengan perusahan swasta dalam satu sektor yang sama,” kata dia di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Kedua, brand awareness dan brand image yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil menjaga citra dan reputasi perusahaan di tengah persaingan usaha yang ketat. Ketiga, customer service quality yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil memberikan pelayanan yang baik kepada customer baik secara offline maupun online. Dan terakhir, social economy contribution, yaitu apresiasi kepada BUMN yang memberikan kontribusi social ekonomi yang besar kepada masyarakat Penilaian terhadap empat kategori tersebut dilakukan melalui beberapa metode. Pertama Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pakar untuk mengetahui penilaian mereka terhadap BUMN.

Sementara itu, Sekretaris Kementrian BUMN, Imam S Putro mengatakan, Badan Usaha Milik Negara adalah perpanjangan tangan negara di sektor bisnis. Sebagai reprsentasi negara, BUMN memilki tanggung jawab membantu pemerintah mewujudkan cita-cita luhur berdirinya negara yaitu mensejahterakan rakyatnya.

Karena itu, dalam menjalankan bisnisnya, BUMN tidak hanya berorientasi mencari keuntungan tetapi juga mendistribusikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara Indonesia. Sudah banyak bukti betapa besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang kini sedang digalakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah salah satu contoh nyatanya.

“Sepanjang 2014-2018, keberadaan BUMN dinilai banyak kemajuan. Khususnya dalam menjalankan dua fungsi utama yakni agen pencipta nilai dan agen pembangunan, awal Kementerian BUMN dipimpin Rini Soemarno, dicanangkan lima target besar. Yaitu, pembangunan Indonesia sentris, ketahanan energi dan pangan, pembangunan infrastruktur dan industri dasar, akses layanan keuangan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)”,ungkapnya.

Tanpa sinerigi BUMN, infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi tak akan dibangun dengan cepat. Tetapi, BUMN juga adalah sebuah korporasi yang secara alamiah berdiri dengan tujuan mencari profit atau keuntungan.

Direktur Utama LPP RRI M.Rohanuddin mengatakan, RRI dan Iconomics Research juga melakukan survey di 10 kota dengan jumlah lebih dari 10.000 responden. Responden dalam survey ini adalah para milenial yang dibagi dalam dua kelas yaitu kelompok usia yaitu early milenial, mid milenial dan late milenial. “Kelas selanjutnya, kelompok milenial berdasarkan pengasilan yaitu low income, mid income dan high income. Dari berbagai macam penilaian, RRI dan Iconomics Research akhirnya mendapatkan 41 BUMN yang dianggap berhasil dan mendapatkan apresiasi kategori Gold,”paparnya.

BUMN yang mendapatkan kategori Gold tersebut diantaranya, yaitu PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dengan kategori gold Market Domination, Brand Strength, Social Economy Contribution. Pada kategori gold Brand Strength ada PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (Persero) III, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Brand Strength PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Brand Strength, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di kategori Social Economy Contribution Perum Perhutani, PT Pembangkit Jawa Bali, dan PT Indonesia Power mendapatkan kategori gold Social Economy Contribution. (Rls/edo)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*