RPJMD Kota Fokus pada Janji Politik

Badawi Saluy SE MSiBENGKULU, BE – Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bengkulu 2013-2018, akan diarahkan fokus pada janji politik Kepala Daerah semasa kampanye.  Hal itu disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD, Dr H Ahmad Badawi Saluy SE MM.Hal ini ia nyatakan sedemikian penting, sebab, janji politik kepala daerah merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang memilih kepala daerah tersebut.

“Masyarakat sudah sangat menanti-nanti realisasi janji-janji politik Kepala Daerah saat masa kampanye.  Kita akan berfokus pada hal ini,” cetusnya saat diwawancarai, kemarin.

Dijelaskan pria yang kerap disapa Badawi ini, sorotan yang paling penting dari janji politik tersebut adalah mengenai program Samisake (satu miliar satu kelurahan).  Pasalnya menurut dia, ada ketidakcocokkan antara apa yang disampaikan kepala daerah saat masa kampanye dengan rencana pembangunan yang terdapat didalam RPJMD Kota Bengkulu 2013-2018.

“Semasa janji dahulu kan disampaikan bahwa satu miliar perkelurahan itu akan digelontorkan setiap tahun. Tapi dalam rancangannya terlihat bahwa realisasinya, satu miliar itu buat lima tahun. Nah, ini harus diklarifikasi oleh kepala daerah terpilih,” urainya.

Di sisi lain, Badawi juga menyebutkan tentang keselarasan antara upaya pembangunan daerah dengan potensi yang dimiliki oleh Kota Bengkulu. “Dalam membangun juga nanti kita akan mengkaji berapa anggaran APBD yang kita miliki, berapa untuk dana sosial, pegawai dan lain-lain. Jangan sampai niat kita membangun nanti terhambat karena kita salah dalam membaca kemampuan keuangan daerah kita,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kota, Irman Sawiran SE dalam hal ini mengatakan, pihaknya berharap pembahasan Pansus mengenai RPJMD Kota Bengkulu dapat dilaksanakan sesuai dengan target.

“Kita mematok pada tanggal 22 Juli harus sudah selesai semua,” tukas Irman.

Hal-hal yang harus dipastikan dalam pembahasan Pansus tersebut, tambahnya, bagaimana melihat isiannya yang musti bersinergi dengan RPJMD Provinsi dan RPJMD Nasional. “Serta kesesuaian antara prioritas pembangunan kota ini dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional,” pungkasnya. (009)