Rp 92 M untuk Pembangunan

asisten III Pemprov SudotoTAIS, BE – Pemerintah Daerah (Pemda) Seluma menggelar musyawarah perancanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2015. Kegiatannya bertempat di gedung Serbaguna kantor Pemda Seluma pada Senin (30/3) kemarin. Dalam acara tersebut berbagai permasalahan terkait upaya peningkatan kualitas program perencanaan percepatan pembangunan dibahas. Dimulai dari angggran hingga permasalahan yang muncul di Kabupaten Seluma. Ditahun 2015 ini Pemerintah RI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu mengucurkan anggaran senilai Rp 92 miliar untuk pembangunan Seluma.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH, ini tampak dihadiri, Asisten III Setda Provinsi Ir Drs H Sudoto MPd, Kepala Bappeda Seluma Drs Julian Suherwan MSI, Ketua DPRD Seluma, para kepala dinas (Kadis), serta unsur Muspida Kabupeten Seluma.
Dalam Sambutannya, Sudoto mengungkapkan, pada tahun 2015 ini, Pemda Seluma mendapat kucuran dana sebesar Rp 93 miliar untuk pembangunan, baik dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) maupun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu. Oleh sebab itu, ia mengharapkan agar dana yang ada ini dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.
“Tahun 2015 Seluma mendapatkan Rp 32 miliar dana dari pusat dan Rp 60 miliar dari APBD Provinsi. Tentunya ini harus dibahas secara detail pengalokasiannya. Jika belum terserap, diharapkan dana tersebut dapat dapat digunakan pada APBD-P mendatang,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, musyawarah ini merupakan momentum atau wadah yang tepat untuk membahas semua kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, diharapkan agar hasil musyawarah ini nantinya dapat disinergikan kembali bersama anggota DPRD, selaku wakil dari masyarakat. Hal ini dirasa perlu dilakukan, agar semua anggaran yang dimiliki benar-benar digunakan tepat sasaran.
“Saat ini angka kemisikinan di Provinsi Bengkulu mencapai 17,9 persen dari penduduk yang ada, padahal target idealnya adalah 7,5 persen. Dan masih buruknya infrastruktur jalan di beberapa pedesaan menjadi salah satu penyebabnya. Sedangkan, alokasi dana yang kita miliki saat ini belum berimbang untuk menuntaskan semua itu, mari kita bergandeng bersama membangun infrastruktur,” tandasnya.
Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, bupati mengungkapkan, sejauh ini tentu sudah  melakukan musyawarah, yang dimulai dari tingkat pedesaan hingga kecamatan untuk menampung semua aspirasi masyarakat agar anggaran digunakan sesuai dengan yang dibutuhkan.
Dan dari musyawarah tersebut, Pemda telah menentukan beberapa pembangunan yang akan menjadi skala prioritas di Kabupaten Seluma, diantaranya perbaikan jalan nasional (dari Babatan-Alaa Maras), jalan Provinsi (Sukaraja-Padang Capo), perbaikan jalan di Simpang Tiga Ngalam. Permasalahan lain adalah, tidak berfungsinya saluran irigasi bendungan seluma dan yang ada di Alas Maras, hingga menyebabkan para petani mengalihfungsikan lahan mereka mereka menjadi Sawit.
“Kita berharap dana yang kita miliki saat  ini dapat terealisasi dengan tepat, hal ini dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat seluma,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, salah satu upaya yang dilakukan Pemda untuk pemerataan pembangunan di wilayahnya adalah dengan mencanangkan program khusus yang yang langsung di kelola oleh pemerintah desa sebagai pelaksananya. Dengan demikian, masing-masing skala prioritas pembangunan setiap desa dapat diterapkan dengan menggunakan dana tersebut. “Tahun ini (2015,red), kita memberikan Rp 150 juta perdesa yang ada di kabupaten Seluma (182 desa dan 20 kelurahan). Dana ini terlepas dari honor para pengurus dan murni digunakan hanya untuk pembangunan fisik (infrastruktur),” demikian Bundra. (135)