Rp 32,2 M untuk Jalan

DSCF2177TUBEI, BE – Pemkab Lebong melalui Dinas PU Lebong, tahun 2013 ini mengucurkan dana mencapai Rp 32,2 M untuk berbagai pembangunan, peningkatan dan pelebaran berbagai jalan hotmix yang tersebar di seluruh Kabupaten Lebong.
Berdasarkan data melalui Website LPSE Kabupaten Lebong, dana itu rinciannya untuk jalan simpang tiga Gunung Alam – Suka Datang-Taba Baru II Rp 2,5 M, pembangunan/peningkatan jalan Lebong Tambang – Ladang Palembang – Tunggang Rp 1,65 M, pembangunan ruas jalan samping Kejari – Taba Baru II – jalur perkantoran Rp 2,5 M, jalan Desa Danau – Tanjung Agung – Talang Ulu Rp 8,06 M dan jalan Muara Aman – Paya Embik – Muara Ketayu Rp 4,48 M.
Selanjutnya untuk jalan lingkar Semelako Atas – Danau Rp 3,66 M, jalan Talang Leak Bungin dan jalan lingkar Talang Leak Rp 2 M, jalan Karang Dapo – Bukit Nibung Rp 2 M, jalan lingkar Suko Kayo dan Atas Tebing Rp 1,5 M.
Kemudian untuk jalan tembus Kampung Jawa (Gang Aliyah) – Lokasari/Lebong Tambang Rp 750 juta, jalan Desa Ujung Tanjung I Rp 500 juta, jalan Air Karat (Mubai) – Bukit Nibung Rp 2 M dan jalan Desa Bungin – Bukit Nibung Rp 600 juta.
“Sumber dana pembangunan jalan-jalan tersebut berasal dari DAU/APBD dan DAK/APBN. Saat ini kita masih melakukan berbagai persiapan untuk mengajukan proses pelelangan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan.red). Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini seluruh paket pekerjaan jalan hotmix tersebut sudah bisa dilaksanakan pelelangannya,” ungkap Kabid Bina Marga Ferdinan Agustian, ST kepada wartawan kemarin.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Lebong M Gustiadi SSos berharap seluruh paket pekerjaan yang sudah dianggaran dalam APBD Lebong, khsusnya anggaran-angaran yang bernilai besar bisa terlaksana dengan baik. Sehingga tidak lagi terjadi proses penyerapan APBD yang tidak optimal seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kita tidak mau lagi nanti seperti tahun anggaran 2012, banyak paket pekerjaan yang lamban dilaksanakan dengan alasan karena lambatnya pengesahan APBD. Karena APBD TA 2013 sudah disahkan tepat waktu dan tinggal lagi realisasinya yang harus dioptimalkan. Jangan sampai nanti banyak paket pekerjaan, terutama jalan yang bernilai milyar malah terjadi pemutusan kontrak,” demikian Gustiadi.(777)