Rp 1,7 M Kredit UMi Telah Disalurkan

duit
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kredit Ultra Mikro di Bengkulu telah disalurkan sebanyak Rp 1,7 miliar untuk 875 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Jumlah kredit tersebut akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha di Bengkulu.

Anggota Komisi XI DPR RI, dr Anarulita Muchtar mengaku, pihaknya telah menunjuk PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar di Kota Bengkulu sejak bulan Mei 2018 sebagai penyalur kredit UMi. Jumlah yang telah disalurkan melalui program pembiayaan UMi di Kota Bengkulu telah mencapai Rp 1,7 miliar untuk 875 nasabah UMKM di Bengkulu.

“Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena PT. PNM Mekaar menargetkan sebanyak 3.000 nasabah UMKM di Bengkulu bisa dibiayai UMi,” kata Anarulita, kemarin (5/8).

Penigkatan nasabah pembiayaan UMi dikarenakan berbeda dengan bank atau swasta lain. UMi tidak menerapkan agunan dan administrasi yang ribet sehingga masyarakat ataupun pelaku UMKM di Bengkulu akan semakin melirik. “Tujuan pemerintah menggulirkan program UMi agar ibu-ibu dapat membantu suami sebagai penopang ekonomi keluarga,” ujar Anarulita.

Saat ini ada 875 nasabah UMi yang telah dilayani oleh PNM Mekaar di dua kecamatan di Kota Bengkulu yakni Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu. Para Nasabah UMi tersebut memperoleh pinjaman sebesar Rp 2 juta per orang.  “Tetapi pembiayaan akan terus bertambah hingga Rp 50 juta seiring konsistensi tingkat pengembalian,” terang Anarulita.

Diakuinya, Program UMi memang khusus dirancang untuk menjangkau masyarakat yang tidak pernah tersentuh jasa keuangan. Dengan masyarakat mendapatkan akses keuangan yang begitu mudah, maka akan mendorong perputaran ekonomi. “Perputaran modal itu yang akan mendorong dunia usaha dan dunia usaha yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasilnya terciptanya kesejahteraan masyarakat,” tegas Anarulita.



Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Muslih Z SH mengaku, pihaknya cukup senang dengan banyaknya pelaku usaha yang telah difasilitasi oleh pembiayaan UMi. Meski begitu, kredit UMi menurut pihaknya memiliki bunga yang cukup tinggi dan dikhawatirkan akan mempersulit para pelaku usaha mengembalikan pinjamannya. “Bukan saya tidak setuju dengan UMi tetapi bunga pinjamannya perbulan 0.95 persen,” terang Muslih.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong para pelaku usaha di daerah melalui program pinjaman murah yang diberikan oleh Bank Bengkulu yaitu Babeprobiling (Bank Bengkulu Pro-Bina Lingkungan). Bank Bengkulu memberikan pinjaman murah dengan bunga 3.5 persen pertahun dengan  nilai pinjaman mencapai Rp 5 juta sampai Rp. 25 juta per-UKM.

“Kami telah mengusulkan sebanyak 570 proposal dari UKM yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota, untuk mendapatkan bantuan dana pinjaman lunak tersebut dan semoga bisa segera terealisasi,” tutupnya.(999)