Rp 13,4 M untuk Seragam Sekolah

ILUSTRASI duit
foto : ist

CURUP, Bengkulu Ekspress – Setelah pengadaan seragam sekolah yang masuk dalam APBD Perubahan tahun 2017 tak bisa dilaksanakan, dalam APBD Perubahan Kabupaten Rejang Lebong tahun 2018 ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong kembali menganggarkan pengadaan seragam sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Tarsisius Samuji SPd menjelaskan, anggaran untuk pengadaan seragam sekolah tersebut mereka siapkan sebesar Rp 13,4 miliar. “Untuk pengadaan seragam sekolah, dalam APBD Perubahan tahun ini kita siapkan Rp 13,4 miliar,” sampai Samuji.

Hanya menurut Samuji, dalam APBD Perubahan tahun 2018 ini bukan seragam sekolah yang akan diberikan, bukan dalam bentuk seragam sudah jadi, melainkan masih dalam bentuk kain bahan. Sehingga nanti para siswanya yang akan melakukan penjahitan sendiri atas seragam bahan yang disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong.

“Anggaran yang kita sediakan hanya untuk membeli bahan saja, sedangkan untuk menjahit tidak ada anggarannya sehingga nanti siswa kita sendiri yang akan menjahitnya,” terang Samuji.

Dalam pemberian bantuan bahan seragam sekolah tersebut, setiap siswanya akan diberikan bahan untuk dua setengah stel pakaian. Dimana jumlah siswa yang akan mendapatkan bantuan tersebut mencapai 45 ribu orang mulai dari tinggkat SD hingga tingkat SMP yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Adanya bantuan bahan seragam sekolah sendiri, menurut Samuji bentuk dari komitmen Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam membantu pendidikan khususnya untuk menjadikan Rejang Lebong sebagai Kota Pendidikan.

Bahan seragam yang akan diberikan tersebut, menurut Samuji yaitu satu stel bahan dasar merah putih atau biru putih, pakaian pramuka dan pakaian atasan muslim. Perubahan bentuk bantuan yang diberikan ini kata dia, dilakukan atas perhitungan waktu dan kesanggupan perusahaan konveksi untuk pengadaan seragam anak sekolah yang semula mereka rencanakan, sehingga diganti dengan pemberian bahan dasar bukan pakaian jadi.

“Kita ubah ke pemberian bahan sekolah, karena pabrik tidak sanggup dengan batas waktu yang ada, karena selain akan membuat seragam mereka harus mengukur ribuan siswa SD dan SM yang ada di Rejang Lebong,” terang Samuji.



Sementara itu, anggaran sebesar Rp 3,5 miliar yang sebelumnya sudah dianggarkan dalam APBD murni Kabupaten Rejang Lebong yang juga untuk pengadaan seragam sekolah, menurut Samuji tidak bisa mereka laksanakan. Tidak bisa dilaksanakannnya anggaran sebesar Rp 3,5 miliar tersebut, atas pertimbangan dengan anggaran tersebut tidak bisa menjangkau seluruh pelajar SD dan SMP di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga mereka lebih memilih untuk tidak melaksanakannya.

“Untuk yang anggaran Rp 3,5 miliar tidak jadi kita laksanakan, karena pertimbangan pak bupati, anggaran tersebut tidak bisa menjangkau seluruh pelajar SD dan SMP sehingga tidak dilaksanakan,” aku Samuji. Dalam kesempatan tersebut, Samuji juga menegaskan dalam pengandaan bahan seragam sekolah tersebut tidak akan menimbulkan permasalah terlebih lagi waktu tahun anggaran yang tinggal menyisakan beberapa bulan lagi. Karena yang diberikan bukan seragam jadi melainkan hanya bahan dasar. (251)