Rooney Bawa Inggris Juara Grup D

Masuknya Rooney dalam starting eleven membawa kemenangan bagi Inggris. Gol semata wayang yang diciptakannya bukan saja menyingkirkan Ukraina dari ajang Piala Eropa 2012, , tetapi juga menjadikan Inggris sebagai juara Grup D.  Pasalnya, pada  pertandingan lain, Prancis harus mengakui ketajaman bomber-bomber Swedia.  Kendati kalah 0-2, Prancis tetap melaju ke babak perempat final, sebagai runner up grup.

Inggris lolos sebagai juara grup dengan mengemas tujuh poin dan akan menghadapi Italia (runner up grup C) di babak selanjutnya. Sedang Prancis sudah ditunggu Spanyol yang keluar sebagai juara grup C.  Kekalahan itu membuat Ukraina menyusul tuan rumah lain, Polandia, tidak lolos ke babak perempat final

Inggris berhasil melanjutkan langkahnya ke perempatfinal Piala Eropa 2012 setelah memenangi laga penyisihan Grup D terakhir melawan Ukraina dengan skor akhir 1-0. Bertanding di Donbass Arena, Rabu (20/6) dinihari WIB, Rooney mencetak gol kemenangan timnya di menit 48.

Pada laga ini, Ukraina sebenarnya lebih mendominasi. Tim besutan Oleg Blokhin ini memiliki 57 persen penguasaan bola dan total 15 tembakan dengan tiga di antaranya on target.  Sementara Inggris memiliki 43 persen penguasaan bola dan tiga dari 10 tembakannya yang mengarah ke sasaran.

Ukraina yang butuh kemenangan demi lolos ke babak perempat final, langsung tampil menyerang. Pada menit awal, Ukraina memberikan ancaman melalui tendangan Yevhen Konoplyanka yang masih melambung di atas gawang “The Three Lions”. Pada menit ke-7, Hart harus berjibaku menahan tendangan keras Denys Garmash dari luar kotak penalti.

Pada menit ke-18, Ukraina memiliki dua kesempatan emas membuka skor pertandingan. Sayangnya, usaha dari Anatoliy Tymoshchuk dan Konoplyanka, masih gagal berujung gol.

Terus-menerus mendapat serangan bertubi, Inggris mengubah strategi permainan dengan menyerang melalui sayap. Hasilnya, Inggris memiliki peluang mengancam lini belakang Ukraina. Dua kali operan Ashley Young mengarah tepat ke Rooney. Namun, dua kali pula sundulan Rooney masih menyamping dari gawang Andriy Pyatov.

Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan. Pada babak kedua, Inggris berhasil keluar dari tekanan. Tiga menit setelah turun minum, berawal dari aksi Steven Gerrard, bola yang diumpannya salah diantisipasi kiper Pyatov. Rooney yang berada di tiang jauh tanpa kesulitan membobol gawang Ukraina yang tak terkawal sang kiper.

Kejadian kontroversi pun terjadi pada menit ke-62. Dari sebuah serangan balik Ukraina, Marko Devic memiliki kesempatan besar mencetak gol karena tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Hart. Tembakan Devic memang sempat ditepis Hart. Namun, bola halauan Hart tetap mengarah ke gawang yang sudah kosong. Saat pemain Ukraina bakal bergembira menyambut gol penyeimbang itu, tiba-tiba John Terry menyapu bola keluar dari gawang Inggris.

Para pemain Ukraina langsung mengklaim bila bola telah melewati garis gawang. Tetapi, asisten wasit yang berada di samping gawang Hart tak bergeming dan menganggap belum terjadi gol. Padahal, dalam tayangan ulang terlihat jelas bila bola yang diselamatkan Terry telah sepenuhnya melewati garis gawang.

Kejadian tersebut tidak membuat Ukraina patah arang untuk membalas gol Inggris. Pada sisa pertandingan, tuan rumah memberikan tekanan kepada Inggris. Tapi, keberuntungan tak berpihak ke Ukraina. Pertandingan pun usai dengan kemenangan Inggris 1-0.

Ditekuk Swedia

Swedia tampil agresif, meskipun tak mungkin masuk perempat final. Umpan silang dari Kim Kallstrom pada menit keempat, nyaris diubah menjadi gol oleh Sebastian Larsson. Beruntung bagi Perancis, tandukan Larsson meluncur tepat ke arah Hugo Lloris.

Ancaman tersebut dibalas Franck Ribery pada menit kedelapan. Menguasai bola di dalam kotak penalti, Ribery melepaskan tembakan keras, tetapi kiper Andreas Isaksson masih bisa menggagalkan peluang tersebut.

Swedia tidak tinggal diam. Setelah mengecoh Lloris, Ola Toivonen melepaskan tembakan dari sudut sempit, yang membentur sisi luar tiang kiri gawang Perancis , pada menit ke-10.

Setelahnya, pelan tapi pasti “Les Bleus” menguasai keadaan. Dari sayap kanan, Ribery melepaskan umpan yang disambut Karim Benzema dengan tembakan keras, yang melesat ke atas mistar gawang, pada menit ke-18.

Sampai pertengahan babak, Perancis lebih menguasai permainan tetapi masih terlihat kesulitan menembus kokohnya barisan pertahanan Swedia yang digalang oleh Olof Mellberg dan kawan-kawan.

Perancis terus berusaha dan di sisi lain, Ukraina masih mampu menciptakan sejumlah peluang namun tak satu pun usaha mereka membuahkan gol, sampai peluit turun minum berbunyi.

Perancis mendapatkan petaka setelah gawangnya dibobol Ibrahimovic pada menit ke-54.  Dari sektor kiri pertahanan Perancis, Sebastian Larsson melepaskan umpan. Sambil terbang, Ibra melepaskan tendangan volley yang gagal diterpis oleh Lloris. Pendukung Swedia pun langsung bersorak gembira dan menyanyikan lagu kebangsaan mereka ‘Du gamla, du fria’ menyambut gol Ibra.

Pelatih Perancis Laurent Blanc bergerak cepat. Dia langsung memasukkan Florent Malouda untuk menambah krativitas serangan anak asuhnya.

Yann M’Vila nyaris mencetak gol balasan melelaui tembakan keras yang dilepaskannya dari luar kotak penalti. Namun, Isaksson beraksi cepat memblok tembakan M’Vila pada menit ke-71.

Perancis terus membombardir pertahanan Swedia. Di tengah usaha tersebut, Perancis malah kebobolan lagi. Tendangan voli Sebastian Larsson melesat masuk gawang Perancis setelah memanfaatkan bola rebound dari Samuel Holmen yang membentur mistar pada menit ke-90+1.(**)