Ronaldo Masih Dibela

LVIV, BE – Cristiano Ronaldo memang menjadi bulan-bulanan kritik saat gagal membawa Portugal memenangi laga perdananya atas Jerman. Namun, itu tak membuat pamornya di tim Seleccao luntur. Perannya pun masih dianggap sangat menentukan saat melakoni laga kedua lawan Denmark, malam nanti (13/6). Sebenarnya, performa pemain yang juga menjadi kapten tim Portugal itu tidak seberapa buruk. Sepanjang pertandingan, dia mendapatkan tiga kali peluang menciptakan gol. Sayangnya, tidak satu pun peluang dari penggawa Real Madrid tersebut yang berbuah gol. “Saya pikir seluruh awak di dalam tim Portugal seharusnya bisa memberi dia (Ronaldo, Red) kesempatan untuk menunjukkan kinerja yang bagus,” kata mantan penggawa timnas Portugal Luis Figo seperti yang diberitakan di Reuters. Figo menyebut Ronaldo tidak seharusnya mendapatkan banyak kritikan. Menurut Figo, kegagalan Portugal menuai kemenangan perdana kemarin justru lebih dikarenakan permainan tim yang tidak berkembang. Sekalipun secara serangan mereka banyak memiliki inisiatif serangan. Itu yang lantas berdampak pada permainan Ronaldo secara individu. “Semua sudah tahu karakter permainan Ronaldo itu berada dalam posisi penyelesaian. Dia hanya untuk mencetak gol. Jadi, jika permainan secara tim sendiri kurang produktif dalam mencari peluang, tentu itu akan berdampak dengan performanya yang menurun,” tutur Figo.

Kekalahan dari Jerman bukanlah kiamat bagi runner up Euro 2004 itu. Sebab, masih ada dua laga tersisa. Selain melawan Denmark, Portugal juga akan ditantang Belanda di penyisihan terakhir. “Semuanya harus berbenah. Minimal pemain sudah tahu bagaimana bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun,” lanjut Figo. Secara terpisah, Ronaldo menganggap permainan yang ditampilkannya bersama tim Portugal kemarin buruk. Seperti diberitakan di Guardian, hasil akhir dari laga tersebut lebih ditentukan dari faktor keberuntungan belaka. “Kami punya peluang banyak, tapi kami tidak mampu menyelesaikannya. Aku rasa semua ini karena kami tidak beruntung saja,” kilah Ronaldo. Dengan melihat permainan menyerang seperti di laga perdana, Ronaldo tetap optimistis bisa membawa negaranya berbicara lebih banyakdi Euro kali ini. Dua kemenangan di dua laga sisa tidaklah mustahil. “Tahun 2004 lalu kami juga pernah kalah, toh kami tetap bisa bermain di babak final,” jelas Ronaldo.

Rusak Sepakbola

Di bagian lain Pelatih Inggris, Roy Hodgson menerapkan strategi bertahan saat The Theree Lions menghadapi Prancis pada laga pembuka Grup D, Selasa (12/6) dini hari WIB. Meskipun secara keseluruhan kalah dari statistik penguasaan bola, namun Steven Gerrad dkk mampu memaksa Prancis bermain imbang 1-1. Inilah strategi pragmatis yang diterapkan untuk bisa menghindari kekalahan. Namun pola pertahanan ini mendapat hujatan dari mantan pemain Timnas Jerman, Michael Ballack. Ia menilai strategi Inggris yang lebih banyak bertahan telah merusak sepakbola. “Saya benar-benar kecewa melihat pertandingan itu. Inggris menginginkan satu poin dan mereka mendapatkannya. Akan tetapi apakah seperti itu cara bermain bola di masa depan? Saya kira tidak,” kata Ballck kepada ESPN usai menyaksikan laga. Ballack yang pernah merumput di Liga Inggris bersama Chelsea menilai Hodgson hanya memikirkan cara untuk bertahan dengan menempatkan sebanyak mungkin pemain di lini pertahanan. Kata dia, dengan cara seperti itu tim manapun akan sulit menjebol gawang Inggris yang dikawal Joe Hart. “Jika anda memarkir tiga bus di depan gawang, maka itu bukanlah sepakbola. Bertahan hampir sepanjang waktu dengan menempatkan 10 pemain di lini pertahanan. Sangat sulit bagi tim manapun untuk menciptakan peluang. Saya benar-benar tidak terkesan,” kata gelandang Bayer Leverkusen itu.(jpnn)