Robot “Pembajak Sawah” Dikoneksikan Smartphone

 

ERICK/Bengkulu Ekspress TUNJUKAN : Dzaky, Andir dan dan Agug Priambodo yang merupakan pendaping, menunjukan hasil dari dari jerih payah mereka di ajang KRON
ERICK/Bengkulu Ekspress TUNJUKAN : Dzaky, Andir dan dan Agug Priambodo yang merupakan pendaping, menunjukan hasil dari dari jerih payah mereka di ajang KRON

Dua Siswa SDN 1 Kontes Robot Nusantara (KRON)

Dzaky Fawwaz Zulmi dan Andir Pradana Putra dari SDN 1 Bengkulu, berhasil membuat sebuah robot “pembajak sawah” bisa dikoneksikan melalui smartphone.

Erick Voniker Doris, Bengkulu

DUA siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kota Bengkulu Dzaky Fawwaz Zulmi, kelas 4 dan Andir Pradana Putra, kelas 6, mampu menciptakan robot pembajak sawah yang bisa dikoneksikan melalui smartphone.

Kreatifitas ini muncul berawal ajakan dari guru ekstrakurikuler Robotik untuk mengikuti Kontes Robot Nusantara (KRON) ke 4 tahun 2017. Untuk membuat robot pembajak sawah, ia mengeluarkan modal Rp 800 ribu untuk membeli perlengkapannya.

Selama 1 bulan Dzaky dan Andir panggilan mereka sehari-hari, dibantu pelatihnya, Reni yang merupakan perwakilan Robotic Organizing Committee Indonesia (ROCI) di Bengkulu, berhasil berhasil mewujudkan ide kreatifnya itu.

Robot tersebut berbentuk sebuah mobil dengan bantuan batu baterai. Koneksinya menggunakan bluetooth untuk mengoperasikannya. Sehingga bisa menjalankan robot tersebut seperti sebuah mesin pembajak yang disambungkan ke Smartphone.

“Karena kami kasihan dengan petani yang harus berpanas-panasan membajak sawah,” cerita Dzaky dan Andir.

Dengan keberhasilan ini walaupun robot yang sangat sederhana dimana robot yang berbentuk sebuah mobil hanya memiliki body kit dari kardus, Dzaky dan Andir memberanikan diri untuk ikut diajang KRON ke 4 tahun 2017 yang diadakan di Cibubur, Jakarta pada tanggal 29 Oktober yang lalu berhasil mendapatkan perunggu.

Walaupun biaya untuk ikut menggunakan biaya pribadi orang tua selama mengikuti perlombaan dan bantuan dari pihak sekolah untuk mendaftar perlombaan. “Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan perunggu, ketika ikut lomba ini,” sampai mereka.

Dalam keikut sertaan kedua siswa ini, kekhawatiran tidak bisa menjadi salah satu pemenang terus terlintas dipikiran mereka.

Terutama melihat robot-robot dari peserta lain baik itu dari siswa di SD yang ada di Indonesia maupun siswa dari negara tetangga yang mengikuti perlombaan.

“Tetapi dengan mengucapkan Bismillah, percaya bahwa Allah pasti membantu, akhirnya kami bisa menang juga,” ucap kedua siswa ini.

Robot

Selain itu walau keadaan robot yang tidak bisa menang dengan robot lain, namun untuk katagori penyampaian atau mempersentaikan keduanya unggul karena menggunakan bahasa Internasional (bahasa Inggris) sementara, peserta lain tidak menggunakan bahsa Inggris. “Seperti dari Malaysia, mereka berbahasa melayu, jadi itu kelebihan kami,” ceritanya

Dengan keberhasilan ini, Dzaky dan Andir berharap hasil karyanya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah atau donatur untuk membuat robot dalam sekala besar atau bukan robot kecil, sehingga bisa benar-benar membantu para petani yang biasa membajak di sawah. “Itu yang kami harapkan kedepan,” harapan mereka.

Sementara itu, dengan keberhasilan kedua siswa yang merupakan salah satu calon penerus bangsa, Agug Priambodo yang merupakan salah satu guru bahsa Inggris dan pendamping ketika mengikuti perlombaan di Cibubur beberapa waktu lalu, sangat bangga dengan keberhasilan kedua siswa didiknya ini. “Karena selain mengharumkan Bengkulu juga mengharumkan nama sekolah,” ucapnya.

Dengan hasil karya dari kedua siswanya ini, robot tersebut merupakan hasil karya yangs angat besar yang didapatkan oleh pihak sekolah, dimana hal tersebut bisa membantu dan menunjang untuk nama sekolah sendiri, aplagi untuk digunakan dari berbagai hal untuk kemajuan sekolah.

“Jika nantinya ada perlombaan sekolah, maka ini akan menjadi andalan kami yang dibuat siswa,” sampaiannya.(***)