RL Sasaran Perdagangan Manusia

CURUP, BE – Kabupaten Rejang Lebong menjadi salah satu sasaran kejahatan perdagangan manusia (trafficking). Pada tahun 2012,  kasus terjadi di Kabupaten Rejang Lebong dengan korban dua pelajar asal Kelurahan Talang Benih Curup dan seorang remaja putri.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan  dan Keluarga Berencana Rejang Lebong, Drs Syafri, melalui Kabid Perlindungan Anak, Sri Juartini, Kamis (3/1) menjelaskan, selain kasus trafficking yang baru saja terjadi ditahun 2012 yakni terjadi pada warga Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup belum lama ini, kasus trafficking pada pertengahan bulan Nopember 2012, dimana seorang remaja putri asal Kelurahan Talang Benih, diiming-imingi oleh oknum dengan pekerjaan yang layak dan gaji yang berlimpah.
Namun setelah dibawa ke Bengkulu dan diinapkan di salah satu hotel di Bengkulu, remaja putri itu nyaris dijual oleh oknum tersebut.  “Untungnya pada saat itu, orang tuanya curiga, dan cepat menjemput anaknya di hotel tersebut, sehingga anak itu terselamatkan,” ujarnya.
Sri berharap kepada orang tua untuk lebih meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak kesayangannya karena tidak menutup kemungkinan kasus dengan iming-iming akan diberi pekerjaan dan uang berlimpah itu akan kembali menimpa anak-anak lainnya.
“Zaman sudah maju dengan teknologi, kepada orang tua saya minta untuk tidak cepat percaya terhadap oknum yang akan menawarkan pekerjaan terhadap anak-anaknya,” harapnya.
Sementara itu, untuk kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2012, menurun sekitar 50 persen dari tahun 2011 sebelumnya.  Tahun 2011, kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 200 kasus, tahun 2012 ini hanya 100 kasus. “Hal ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan hukum dan pemahaman pola asuh anak,” terangnya. (999)